RADAR JOGJA - Mahasiswa yang mengenakan almamater Universitas Indonesia (UI) menyebarkan brosur dengan wajah Prabowo Subianto.
Video tersebut menjadi viral.
Salah satu pengguna X, @Paltiwest, mengunggah video tersebut pada Jumat, 12 januari 2024 pagi.
Di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, mahasiswa UI membagikan brosur berwajah Prabowo Subianto dalam video tersebut.
Rekaman tersebut menjadi viral di X dengan 578,9 ribu tayangan.
@Paltiwest menulis, "Mahasiswa UI bergerak sebarkan poster tentang Prabowo.. Gaspol Mahasiswa."
Selain itu, mahasiswa UI itu juga membagikan brosur berwajah nomor urut 2 calon presiden (capres) kepada para pengguna jalan.
Sejumlah mahasiswa membagikan stiker berwajah Prabowo Subianto kepada pejalan kaki, pedagang, dan pengendara transportasi.
Mahasiswa UI bergerak untuk menuntut hak asasi manusia (HAM) dan penyelesaian kasus penculikan beberapa aktivis tahun 1998.
Mereka ingin mengingatkan kembali masyarakat agar mereka tidak melupakan kasus HAM aktivis tahun 1998.
Dalam brosur yang beredar, warna merah dan kuning mendominasi wajah Prabowo.
Selain itu, brosur dilengkapi dengan tulisan yang mengaitkan Prabowo dengan penculikan beberapa aktivis dari tahun 1997 hingga 1998.
"Awas! Reformasi Dikhianati. Politik Dinasti Menimbulkan Ancaman Bagi Demokrasi."
Brosur yang tersebar di media sosial bertuliskan, "Inilah Penculik Aktivis 1998. Kasus Penculikan dan Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998."
Mereka menuntut agar para pelaku penculikan aktivis tahun 1998 dihukum sesuai dengan undang-undang.
Mahasiswa UI ingin mengingatkan masyarakat tentang kasus pelanggaran HAM yang belum terungkap.
Koordinator Aksi Yosep Januar Teddi menyatakan, "Bahwa setiap pihak yang terlibat dalam isu pelanggaran HAM siapapun dia harus dihukum dan proses secara hukum sesuai dengan hukum yang berlaku."
Dengan menyebarkan brosur ini, mahasiswa tidak menargetkan individu tertentu untuk mendapatkannya.
Bagian brosur tersebut akan berfokus pada sejumlah mahasiswa berjas kuning ini, yang terpenting bagi masyarakat sekitar Salemba.
Yosep Januar Teddi menyatakan bahwa brosur tersebut tidak ditujukan kepada individu tertentu, melainkan kepada setiap masyarakat yang ada di sekitar daerah tersebut.
Sumber: @Nowdots
(Renal fabriansyah/Radar Jogja)
Editor : Iwa Ikhwanudin