Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tragedi Pembunuhan Gajah Rahman di Taman Nasional Tesso Nilo, Diracun dan Gadingnya Dicuri oleh Pemburu

Cici Jusnia • Sabtu, 13 Januari 2024 | 19:46 WIB
Tragedi Pembunuhan Gajah Rahman di Taman Nasional Tesso Nilo, Diracun dan Gadingnya Dicuri oleh Pemburu. Foto: IST
Tragedi Pembunuhan Gajah Rahman di Taman Nasional Tesso Nilo, Diracun dan Gadingnya Dicuri oleh Pemburu. Foto: IST

RADAR JOGJA - Tragedi menyentuh hati terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Indonesia, saat gajah binaan berusia 46 tahun, Rahman, tewas secara tragis di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada Rabu, 10 Januari 2024, pukul 15.55 WIB.

Gajah Rahman, yang berjenis kelamin jantan, ditemukan tewas oleh para petugas di lokasi setelah mahout-nya, Jumadi, mencoba menjemputnya untuk melakukan rutinitas harian pada pukul 08.30 WIB.

Saat Jumadi hendak memberikan makanan, Rahman tidak memberikan respon seperti biasa.

Setelah diperiksa lebih dekat, terlihat bahwa gading sebelah kiri Rahman telah terpotong dan hilang.

Kronologis peristiwa tersebut diungkapkan melalui unggahan resmi akun Instagram Taman Nasional Tesso Nilo (@btn_tessonilo) pada 11 Januari 2024. Menurut unggahan tersebut, Jumadi segera melaporkan temuannya ke koordinator Mahout dan Kepala SPTN Wilayah I LKB, Bapak Didin Hartoyo, S.Hut, M.Han.

Para petugas di lapangan segera berkoordinasi dengan dokter hewan BBKSDA Riau untuk penanganan awal gajah Rahman.

Tim dari TNTN memberikan pertolongan dengan bimbingan dokter hewan dari tim medis BBKSDA Riau, sedangkan tim medis dari BBKSDA Riau bergerak menuju lokasi temuan dari Pekanbaru.

Upaya penyelamatan dilakukan dengan memberikan obat pencahar, susu, mencuci anus, dan memberikan asupan gula cair melalui selang.

Meskipun upaya tersebut dilakukan, sayangnya, gajah Rahman tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.55 WIB pada hari yang sama.

Setelah kematian Rahman, dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab kematian dan keadaan terkini.

Hasil nekropsi menunjukkan bahwa satu buah gading sebelah kiri telah hilang, dipotong dengan benda tajam sampai ke pangkal gading.

Selain itu, ditemukan sisa-sisa buah pepaya dan serpihan serbuk berwarna hitam yang diduga racun.

Dokter hewan dan tim medis menyimpulkan bahwa kematian gajah Rahman disebabkan oleh keracunan.

Proses nekropsi berlangsung hingga pukul 02.00 WIB, Kamis tanggal 11 Januari 2024.

Saat ini, tubuh gajah Rahman telah dikuburkan, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim kepolisian.

Gajah Rahman, yang ditemukan di Pulau Gadang pada tahun 1995, merupakan bagian dari Flying Squad TNTN untuk membantu memitigasi konflik satwa di sekitar kawasan.

Kematian tragisnya menjadi pukulan berat bagi TNTN, mengurangi jumlah gajah binaan Flying Squad TNTN menjadi 9 ekor.

Editor : Bahana.
#gajah #Gading #taman nasional #Kapten Rahman