Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral! Wanita Sidoarjo Terkejut Tagihan 11 Juta dari PLN untuk Pemindahan Tiang Listrik, Netizen Geram: PLN Bikin Bisnis Baru!

Cici Jusnia • Kamis, 11 Januari 2024 | 20:05 WIB
Tangkapan layar dari Twitter @sosmedkeras
Tangkapan layar dari Twitter @sosmedkeras

RADAR JOGJA - Sebuah kisah memprihatinkan muncul di media sosial, tepatnya dari akun Twitter @sosmedkeras pada tanggal 11 Januari 2024 pukul 09.25 WIB.

Dalam sebuah foto yang diunggah, terdapat informasi bahwa seorang wanita di Desa Sidokepung, Buduran, Sidoarjo, disuruh membayar 11 juta rupiah oleh PLN karena ingin memindahkan tiang listrik dari rumahnya sendiri.

Menurut informasi yang terdapat dalam kolom komentar, juga menyertakan video yang menjelaskan insiden tersebut.

Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa setelah pengaduan kepada PLN, petugas langsung datang untuk menangani pemindahan tiang listrik.

Namun, apa yang awalnya diharapkan menjadi penyelesaian, justru berubah menjadi masalah baru.

Wanita tersebut awalnya diminta membayar sejumlah 16 juta rupiah, namun setelah negosiasi, harganya turun menjadi 5 juta rupiah.

Kekesalan muncul ketika setelah pertemuan, wanita tersebut malah mendapat surat tagihan sebesar 11.044.512 rupiah.

Dalam video yang diunggah, terlihat surat tersebut yang berisi rincian biaya untuk bongkar pasang dan konstruksi.

Wanita yang mengadu merasa kesal dan menyatakan bahwa dia tidak mampu membayar jumlah sebesar itu, bahkan masih bersedia membayar 5 juta rupiah dengan cara berutang.

"Mestinya itu menjadi tanggung jawab PLN, resiko PLN sebagai Perusahaan di mana dia dulu menancapkan tiang di tanahnya orang," ujar seorang pembicara yang duduk di samping wanita tersebut dalam video.

Keanehan muncul karena wanita tersebut menilai bahwa biaya sebesar 11 juta rupiah tidak rasional.

Tanah tempat tiang listrik tersebut menancap adalah milik pribadi, bukan tanah negara atau milik perusahaan PLN.

Dia merasa bahwa seharusnya PLN bertanggung jawab atas pemindahan tiang tersebut tanpa memberatkan konsumen.

Reaksi dari netizen pun bermunculan.

Akun @haloarfa menyatakan kekecewaannya dengan menulis, "Dibikin bisnis terus sama @pln_123 parahhhh… Udah sering mati Listrik sekarang malah bikin bisnis baru."

Baca Juga: 53 Napi Kabur dari Lapas IIB Sorong Diduga Akibat Petasan, Seperti Apa Kejadiannya...

Sementara @urnolan mengusulkan, "Udah saatnya @pln_123 punya saingan swasta."

Sedangkan @bangpian mengkritik dengan mengatakan, "Mentang-mentang cuma dia doang yang jadi Perusahaan Listrik di Indo jadi semena-mena gini ke konsumen. Justru karena dia doang yang jualan Listrik, harusnya bisa melayani konsumen dengan baik. Perusahaan negara kok bobrok banget, gimana mau Indonesia maju," sambil memberikan emot senyum.

Kisah ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, mengundang simpati dan kritik terhadap kebijakan PLN terkait pemindahan tiang listrik.

Masyarakat berharap agar ada solusi yang adil dan transparan untuk menyelesaikan masalah ini.

Editor : Bahana.
#PLN (Persero) #PLN 123