Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Tinggi Dikonsumsi, Daging Anjing Laku Keras Gara-gara 'Khasiat' yang Tak Pernah Terbukti Klinis

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 10 Januari 2024 | 23:26 WIB
Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.
Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.

RADAR JOGJA - Viral, baru-baru ini beredar video ratusan anjing ditemukan di dalam bak truk dengan kondisi yang terikat. 

Sebanyak 226 anjing tersebut dibawa dari Subang dan sedang dalam perjalan ke Solo.

Anjing-anjing tersebut dicurigai bakal di konsumsi dagingnya.

Hal ini tidak mengejutkan lagi bahwa Solo adalah salah satu daerah dengan konsumsi daging anjing yang paling tinggi di Indonesia.

Organisasi non profit pecinta hewan dan peduli binatang yang terdiri dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Change For Animal Foundation (CFAF), Animal Friends Jogja (AFJ), Humane Society International (HIS) dan Four Paws mencatat, pada 2020 sebanyak kurang lebih satu juta anjing dikonsumsi tiap tahunnya.

Dari jumlah tersebut sumbangsih terbesar datang dari Solo, dengan jumlah 13.700 ekor anjing per bulan.

Kemudian kota Medan. Menyumbang kurang lebih 10 ribu ekor anjing per bulan untuk dikonsumsi.

Berikutnya, Jakarta. Meski menjadi kota besar, ternyata penyuka konsumsi daging anjing juga tinggi. 

Dari catatan organisasi yang dibentuk pada 2018 itu, Jakarta menyumbang konsumsi daging anjing tertinggi nomor tiga. 

Saban bulannya sebanyak 9.500 ekor anjing dikonsumsi.

Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.
Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.


Faktor Konsumsi Daging Anjing


1. Faktor Ekonomi


Di tengah kemiskinan, daging anjing menjadi daging alternatif penghasil protein hewani.

Karena pada zaman dahulu anjing tidak dianggap sebagai binatang domestik.

2. Faktor Budaya

Daging anjing masih tinggi peminatnya. Mitosnya, khasiat daging anjing bisa menyembuhkan asma sampai menaikan gairah seksual dan vitalis pria.

“Namun terkait konsumsi, pada daging anjing banyak sekali potensi bakteri yang bisa terjangkit pada manusia, termasuk diantaranya bakteri Salmonella dan E,Coli, belum lagi cacingan,” menurut Doni Herdaru Tona, Ketua Animal Defenders Indonesia.


Dalam undang-undang No 18 tahun 2012 tentang Defini pangan, hal-hal yang di jelaskan nggak merujuk sama sekali ke daging anjing, yang membuatnya tidak masuk kategori pangan.

Selain itu ada peraturan daerah yang berbeda-beda seperti Bali yang punya Intruksi Gubernur No 524/2913/DISNAKKESWAN/2019 tentang larangan peredaran daging anjing dan medan yang punya surat edaran bernomor 440/4676 tahun 2022.


Hal ini menjadi perhatian dunia, bahkan 30 selebritis mancanegara termasuk Billie Eilish, Charlie Theron, Clint Eastwood, Kim Bainger, Courteney Cox, Ricky Gervais, Andie Mcdowell, Jeff Bridges dan Zoey Deschanel pernah menggaungkan agar berhenti mengkonsumsi daging anjing maupun kucing. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)

Baca Juga: Apa Benar Mengunyah Peremen Karet Bisa Membuat Untuk Berhenti Merokok? Begini Penjelasannya !

Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.
Tangkapan layar video seorang pria menunjukkan ratusan anjing dengan kondisi yang menyedihkan di dalam truk. Anjing-anjing tersebut dimasukkan di dalam karung dan dalam kondisi terikat.
Editor : Meitika Candra Lantiva
#khasiat belum terbukti klinis #Viral #faktor konsumsi dan penjelasan #daging anjing #konsumsi