RADAR JOGJA - Insiden tragis terjadi di jalur kereta api antara KA Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya, menyebabkan korban jiwa dan duka mendalam bagi keluarga korban.
Masinis dari KA Commuter Line Bandung Raya, Julian Dwi Setiyono, tercatat sebagai salah satu korban yang meninggal dunia dalam insiden mengerikan tersebut.
Dalam peristiwa tersebut, dugaan sementara menyebutkan bahwa tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan masinis dari KA Turangga dinyatakan selamat dari insiden yang mengguncang warga sekitar.
Pihak berwenang dari KAI (Kereta Api Indonesia) saat ini tengah berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di dalam kereta api.
Julian Dwi Setiyono, masinis yang menjadi korban, meninggalkan jejak terakhir melalui akun Instagram pribadinya @zuliands.
Postingan terakhirnya mengundang perhatian warganet karena berbicara tentang kematian.
Dalam tulisannya, Julian menyampaikan pemikiran tentang kehidupan dan kematian, memberikan kesan bahwa hidup yang sejati adalah mereka yang memiliki hati yang hidup, bukan sekadar jasad fisik.
"Banyak orang yang hidup jasadnya, tetapi mati hatinya. Makanya sampai para ulama itu mengatakan orang yang paling buruk adalah orang yang mati hatinya sebelum mati fisiknya," ungkapnya dalam postingan terakhirnya.
Warganet pun merespons dengan ucapan belasungkawa dan doa untuk mendiang. Akun-akun Instagram seperti @lusi.fzh, @yayang_afi, dan @snr011201 menyampaikan pesan kesedihan dan doa untuk husnul khotimah, atau akhir kehidupan yang baik, bagi Julian Dwi Setiyono.
Pihak KAI, dalam keterangan resminya, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini dan sedang bekerja keras untuk menyelesaikan evakuasi serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Editor : Bahana.