RADAR JOGJA - Kecelakaan tragis terjadi pagi ini di jalur Cicalengka-Haurprugur, melibatkan Kereta Api (KA) Turangga dan KA Commuter Line Bandung Raya.
Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat Pagi, tepatnya pukul 06.30 WIB.
Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengkonfirmasi insiden ini dan saat ini tengah melakukan upaya penanganan dan evakuasi.
Menurut keterangan resmi dari KAI, perjalanan yang melintasi jalur Haurpugur-Cicalengka ditutup sementara untuk memberikan prioritas pada proses evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan ini.
Tim penyelidik KAI akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Salah satu saksi mata, pemilik akun sosial media @cherrybiscotti, yang juga merupakan penumpang salah satu kereta yang terlibat dalam kecelakaan, memberikan informasi melalui akunnya.
"Guys, kereta aku barusan kecelakaan dan aku alhamdulillah masih dilindungi Allah. Mohon doanya ya buat semua korban. Gue masih gemeteran hebat," ujarnya.
Ia juga menjelaskan kronologi dugaan penyebab kecelakaan.
Menurut @cherrybiscotti, jalur yang dilalui kedua KA belum menggunakan jalur double track, sehingga harus saling bergantian.
"Haurpugur cicalengka belom double track mas, jadi biasanya dipake bergantian," jelasnya.
Ia juga menyampaikan kemungkinan adanya kesalahan komunikasi yang menyebabkan tabrakan tak terhindarkan.
"Sepertinya ada miskom, karena tadi KRD ga munggu Turangga lewat melainkan langsung dikasih sinyal jalan," tambahnya.
Dalam pengakuan @kenapagituyakk, seorang saksi mata yang juga merupakan penumpang, diketahui ada korban meninggal dunia di tempat, yaitu masinis yang bertugas.
Namun, belum diketahui masinis di KA mana.
"Sementara korban jiwa ada 3 (masinis, asisten masinis sama pegawai kereta)," ujar akun @kenapagituyakk.
Video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan kedua KA saling menghantam dengan keras.
Kedua kepala KA bersentuhan dan menyebabkan gerbong KA ikut terpental keluar jalur.
Editor : Bahana.