RADAR JOGJA – Ibu Kota Nusantara nantinya akan menerapkan angkutan umum dengan tidak akan memiliki pengemudi atau sopir.
Ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susanto yang nantinya IKN akan merancang tarnpostasi umum tanpa sopir (driverless).
“insya Allah angkutan umunya driverless semuanya dikendalikan dari command center kita sedang melakukan simulasi-simulai untuk itu,” ujarnya pada acara diskusi ‘IKN: Jembatan Kini dan Masa datang’ di Jakarta pada kamis 7 desember 2023.
Baca Juga: Teknologi Tiru Kecerdasan Manusia, STTKD Jogja Tawarkan Lulusan Handal dan Trengginas
Selain itu ia juga menyebutkan Nantinya 80 persen perjalanan di Ibu Kota Nusantara harus menggunakan tranportasi umum.
Maka dengan begitu ia akan merancang transpostasi publik dengan sedemikian rupa untuk melayani warga setempat.
Mohammed Ali Berawi selaku Deputi Bidang Tranformasi Hijau dan Digital, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara saat ini sedang berusahan menggaet calon investor asing yang berminat untuk menjalin kerjasama jaringan tranpostasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya yaitu bus tanpa awak atau disebut dengan automous vehicle.
Nantinya transportasi publik bus tanpa awal ini akan dioperasikan menjadi angkutan umum massal dengan tujuan untuk mebobilitasi masyarakat di wilayah kawasan inti pusat pemerintahan Ibu Kota Negara (IKN).
Baca Juga: MRT, LRT, KRL : Apa Bedanya , Yuk Simak…
Selain sedang mencoba menarik investor asing untuk turut andil dalam menggarap revolusi baru ini, Mohammed Ali Berawi juga memberi penyataan jika investor asing sudah ditemukan makan ia akan menggandeng perusahaan lokal agar terlebit dalam inovasi canggih ini.
Seperti yang Mohammed Ali Berawi katakan pada saat acara Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) di Jakarta usai,
“itu (autonomous vehicle) kita sudah coba tekno provider yang punya kemampuan sistem sensor nya, itu kita kerjasamakan dengan perusahaan lokal. Misalnya yang potensi dikerjasamakan nanti dengan perusahaan Damri dan Bluebird,” ujarnya.
Editor : Bahana.