Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Terdampar ! Kontroversi Kedatangan Pengungsi Rohingya di Aceh: Penolakan dan Dugaan Penyelundupan Terungkap!

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 9 Desember 2023 | 16:05 WIB
Etnis Rohingya berduyun-duyun datang ke perairan Aceh. (TikTok/@acehvideo.tv)
Etnis Rohingya berduyun-duyun datang ke perairan Aceh. (TikTok/@acehvideo.tv)

  

RADAR JOGJA - Kedatangan gelombang pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar masih terhenti tanpa solusi yang jelas.

Sejumlah dari mereka mendarat di pesisir Aceh, termasuk di Pantai Tapak Gajah, Kota Sabang.

Pemerintah mengalihkan sebagian besar dari mereka ke fasilitas di Kabupaten Pidie.

Namun, penolakan terhadap kehadiran etnis Rohingya ini terus meningkat. Warga setempat sudah muak dengan gelombang terus-menerus imigran Rohingya ini.

Sebelumnya, mereka melarikan diri dari negara karena terus-menerus menjadi sasaran persekusi oleh junta militer.

Rohingya dianggap sebagai bangsa kelas kedua di Myanmar dan secara resmi tidak diakui oleh pemerintahan setempat.

Junta militer, yang sekarang dipimpin oleh Min Aung Hlaing setelah menggulingkan Aung San Suu Kyi, berkuasa secara otoriter.

Kedatangan Rohingya ke negara-negara dengan mayoritas Muslim diharapkan akan memudahkan mereka mendapatkan suaka. 

Namun kenyataannya adalah penolakan yang mereka terima.

Warga Aceh menunjukkan ketidaksetujuannya karena wilayahnya terus didatangi oleh gelombang pengungsi ini.

Penolakan yang semakin kuat ini, dipicu oleh kekhawatiran bahwa kedatangan berkelanjutan pengungsi Rohingya ini akan mempengaruhi stabilitas keamanan di Aceh.

Reaksi keras dari warga Aceh terlihat dalam merubuhkan tenda-tenda milik imigran Rohingya yang dipasang di pantai Desa Balohan.

Bahkan, aksi ini mendapat dukungan luas dari warganet Indonesia.

Sejumlah warganet menyerukan aksi tegas pemerintah, terutama Kementerian Luar Negeri, untuk berunding dengan UNHCR.

Namun, terdapat dugaan bahwa terdapat 'pembiaran' dari aparat dan UNHCR terkait masuknya imigran Rohingya ke perairan Indonesia.

UNHCR sendiri mengetahui adanya sindikat yang memanfaatkan kondisi sulit ini, yang diakui langsung oleh pengungsi Rohingya yang membayar agar bisa sampai ke Indonesia.

Penangkapan Penyelundup Asal Bangladesh. (RadarSemarang.JawaPos.Com)
Penangkapan Penyelundup Asal Bangladesh. (RadarSemarang.JawaPos.Com)

Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM Aceh Ujo Sujoto mengungkap adanya sindikat di balik kedatangan bangsa Rohingya ke Indonesia.

Informasi dari Polres Pidie melalui akun TikTok @polrespidie30 mengonfirmasi penangkapan seorang warga negara Bangladesh yang diduga menjadi otak dari penyelundupan imigran Rohingya ke Indonesia pada tanggal 7 Desember.

Sindikat ini bekerja melalui pantai Bangladesh dengan menggunakan kapal kecil hingga transit di suatu tempat untuk memindahkan para pengungsi ke kapal yang lebih besar.

Kebutuhan makanan dan kebutuhan lainnya dijamin oleh agen yang membawa mereka hingga sampai ke negara tujuan. (Doni Saputera/Radar Jogja)

Baca Juga: Kalahkan AI Peppers 3-1, Megawati Sumbangkan 23 Poin untuk Red Spark

Editor : Meitika Candra Lantiva
#warga bangladesh #aceh #Penyelundupan #Rohingya #Subang #rohingya bukan terdampar #rohingya aceh #penangkapan #Polres Pidie