Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringatan Mendalam dari PVMBG, Pemantauan Ketat Aktivitas Gunung Api di Indonesia: 2 di Antaranya di Pulau Jawa dan Berstatus Siaga

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 6 Desember 2023 | 22:05 WIB
Peta status lengkap gunung api aktif di Indonesia siaga, waspada, normal. (magma.vsi.esdm.go.id)
Peta status lengkap gunung api aktif di Indonesia siaga, waspada, normal. (magma.vsi.esdm.go.id)

 


RADAR JOGJA - Selama 24 jam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memantau dengan ketat aktivitas semua gunung api yang tersebar di seluruh Indonesia.


Dari pemantauan yang berkelanjutan ini, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas beberapa gunung dalam beberapa hari terakhi.

Hasil pemantauan tersebut diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA).


Melalui laman resmi vsi.esdm.go.id, Kepala PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengungkapkan, saat ini ada 68 gunung api yang menjadi fokus pemantauan intensif.

Jumlah tersebut terawasi melalui 75 pos pengamatan gunung api, tersebar di seluruh penjuru Indonesia.


Inisiatif ini bukan hanya sekadar tindakan preventif, tapi juga sebagai bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi erupsi gunung api.

Monitoring dilakukan secara konsisten selama 24 jam penuh, menunjukkan komitmen untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.


Hendra menegaskan bahwa dampak dari erupsi gunung api bisa merambah jauh ke dalam kehidupan sehari-hari penduduk di sekitarnya.

Sebanyak 4,5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunung api aktif, menciptakan risiko bencana yang signifikan.


"Kami secara berkala memberikan informasi terkini dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, demi memastikan keselamatan seluruh warga," tuturnya dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (5/12/2023).


Hasil pemantauan dari PVMBG menunjukkan bahwa tiga gunung api berada dalam status Siaga atau Level III.


Adapun ketiga gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru.

Di sisi lain, terdapat 18 gunung api yang berstatus Waspada atau Level II.


Namun, ada 47 gunung api lain yang hingga kini masih menunjukkan kondisi stabil, berada pada Level I (Normal).


Hendra menjelaskan bahwa aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia dipengaruhi oleh lokasinya yang berada pada perpaduan tiga lempeng tektonik aktif: Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia, yang bergerak saling bertumbukan.


"Proses subduksi ini menciptakan lelehan batuan kerak bumi yang memiliki densitas lebih rendah, sehingga naik ke permukaan dan membentuk gunung api," jelasnya.


Proses ini berlangsung terus-menerus dan menyebabkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunung api.


Indonesia menjadi rumah bagi 127 gunung api atau sekitar 13 persen dari total jumlah gunung api di dunia.

Gunung-gunung ini membentuk rentetan kepulauan, merentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, hingga Kepulauan Sangir Talaud.


Diantara gunung api yang menunjukkan peningkatan aktivitas saat ini adalah Gunung Lokon dan Gunung Anak Krakatau.


Gunung Lokon terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Aktivitas vulkaniknya dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon. Gunung Lokon masih dalam status Waspada.


Berdasarkan data dari petugas pos, Gunung Lokon menunjukkan peningkatan aktivitas asap kawah dan kegempaan vulkanik dalam rentang waktu 00.00–06.00 WITA, dengan asap kawah mencapai tinggi antara 25 hingga 150 meter dari kawah Tompaluan. Kondisi ini diikuti oleh 25 kali gempa vulkanik dangkal, 5 gempa vulkanik dalam, 3 gempa hembusan, dan 3 gempa tektonik jauh.


Melalui data visual dan instrumental, terindikasi adanya peningkatan tekanan di permukaan setelah terjadinya gempa vulkanik dangkal, yang diperkuat dengan pelepasan gas.

Baca Juga: Viral, Emak-Emak Usir Paksa Pengungsi Rohingya di Aceh agar Pindah, Warganet: Respect Bu!


Potensi ancaman dari aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba, yang bisa diikuti oleh erupsi freatomagmatik-magmatik.


Masyarakat ditekankan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, dan disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata) jika berada di luar rumah," tambah Kepala PVMBG.


Sementara untuk Gunung Anak Krakatau di Lampung, Hendra menyebut bahwa terjadi erupsi pada tanggal (5/12) dan (6/12), dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak (1.157 meter di atas permukaan laut).


Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau status Siaga, sehingga masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki diminta untuk tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. (Doni Saputera/Radar jogja)

Baca Juga: Jangan Kebiasaan Tidur Dengan Kondisi Rambut Basah. Karena Dapat Memunculkan Masalah Kesehatan Pada Rambut

Editor : Meitika Candra Lantiva
#gunung api #gunung api di indonesia #75 pos pengamatan gunung api #Pos Pengamatan Gunung Api #Mitigasi #Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM