Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pandawara Group Terbang ke Denmark, Studi Banding Belajar Pengelolaan Sampah Langsung dari Ahlinya

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 21 November 2023 | 21:45 WIB
Pandawara Group. (Tangkapan layar TikTok /@pandawaragroup)
Pandawara Group. (Tangkapan layar TikTok /@pandawaragroup)


RADAR JOGJA – Pandawara Group adalah sekelompok pemuda asal Bandung.

Mereka kini dikenal sebagai kelompok pemerhati lingkungan karena aksi mereka yang melakukan pembersihan di berbagai sungai dan pantai terkotor di beberapa daerah di Indonesia.


Group yang terdiri dari 5 orang yaitu Gilang, Ikhsan, Rafly, Rifqi, dan Agung ini telah membersihkan 620 ton sampah di 187 tempat di berbagai daerah di Indonesia, sejak tahun 2022.


Aksi mereka diabadikan di media sosial Instagram dan TikTok. Di Instagram, mereka telah memiliki 2,4 juta followers dan 8,4 juta followers di TikTok.


Aksi yang mereka lakukan tersebut sebagai bentuk motivasi dalam rangka memperjuangkan lingkungan yang lebih baik.

Motivasi itu menjadi motivasi utama mereka karena mereka telah merasakan bagaimana efek kerusakan lingkungan yang mengakibatkan banjir.


Mereka berjanji, selama mereka masih diberi kesehatan, mereka tidak akan berhenti dan akan terus memperjuangkan lingkungan.

Karena kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang akan memengaruhi di masa mendatang.


Hasil dari aksi mereka sukses menyalurkan semangat dan kesadaran orang-orang tentang kebersihan lingkungan.

Bahkan aksi mereka juga telah menyebar ke negara-negara tetangga yang ikut menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.


Perjuangan mereka membawa Pandawa Group mendapatkan anugerah Changemakers of the Year di TikTok Awards Indonesia tahun 2023, karena membawa perubahan positif untuk lingkungan Indonesia.


Pandawara Group Terbang ke Denmark


Baru-baru ini, Pandawara Group mendapat kesempatan untuk berkunjung ke negara terbersih di dunia, yaitu Negara Denmark di pekan kedua bulan November tahun 2023 ini.


Diketahui, Pandawara Group akan berada di sana selama 18 hari. Mereka akan mengunjungi kota Copenhagen dan Odense.


Persiapan mereka sebelum menimba ilmu selama sekitar 2 minggu itu, lebih melihat pada apa saja yang nantinya mereka bisa dapatkan dan juga materi apa yang harus mereka cari di sana.

Mereka telah menyiapkan pikiran dan mental untuk pengalaman baru ini.


Pandawara Group di undang langsung oleh Kedutaan Besar Indonesia di Denmark, untuk studi banding mengenai bagaimana perjalanan Denmark untuk menjaga lingkungan di negara tersebut dan juga belajar pengelolaan sampah.


Di sana, mereka juga akan mengunjungi beberapa tempat daur ulang sampah dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir).


Setelah pulang dari Denmark nantinya, mereka berjanji akan menerapkan dan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapat di Negara Denmark tersebut ke Indonesia.


Ini merupakan kesempatan yang besar bagi Pandawara Group karena Denmark merupakan negara dengan pengelolaan sampahnya yang terbaik.


Denmark secara aktif telah berupaya untuk menjadi negara yang lebih sadar terhadap lingkungan.


Menurut hasil EPI (Indeks Kinerja Lingkungan) tahun 2022, Denmark menjadi negara paling bersih dan ramah lingkungan dengan total skor EPI mencapai 77,9.


Skor tersebut didapatkan dari keberhasilan Negara Denmark dalam mengelola air limbah, kawasan perlindungan laut, dan juga logam berat.


Negara Denmark juga mempunyai kebijakan yang komprehensif dan efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah perubahan iklim.


Fokus Denmark untuk keberlanjutan ramah lingkungan, terlihat dari meningkatnya jumlah hotel yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan, perahu dengan menggunakan tenaga surya, dan makanan organiknya. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Lurah dan Perangkat Desa Harus Netral dalam Pilpres 2024, HB X Enggan Berkomentar Soal Pertemuan Apdesi di Jakarta

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pandawara Group #denmark #studi banding #belajar #pengalaman baru #pengelolaan sampah