Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beberapa Mitos Unik Saat Musim Hujan Yang Masih Banyak Beredar di Masyarakat, Apa Saja...

Bahana. • Selasa, 14 November 2023 | 20:58 WIB
ilustrasi hujan
ilustrasi hujan

RADAR JOGJA – Indonesia akhirnya memasuki musim hujan. Seperti di kota Yogyakarta, baru – baru ini hujan deras telah membasahi beberapa daerah.

Walaupun beberapa waktu yang lalu kemarau terjadi berkepanjangan walaupun harusnya sudah masuk musim penghujan.

 Intensitas Hujan yang sering disaksikan oleh masyarakat Indonesia ternyata berpengaruh pada mitos hujan yang berkembang dari turun-temurun.

Sejak jaman nenek moyang, orang Indonesia sudah mempercayai mitos – mitos yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh beberapa kalangan masyarakat.

Nyatanya beragam mitos mulai dari yang unik sampai kurang masuk akal masih ada dan masih dipercaya oleh orang – orang. Beberapa contoh mitos yang beredar antara lain adalah ;

 Baca Juga: Jokowi Desak Joe Biden Untuk Berbuat Lebih Banyak Untuk Mengakhiri Kekejaman Di Gaza

  1. Hujan Tapi Panas Berarti Ada Kuntilanak Yang Sedang Melahirkan

Pasalnya hujan yang terjadi ketika panas sering disebut sebagian besar warga jawa sebagai hujan wewe.

Kondisi ini dipercayai terjadi karena ada kuntilanak yang sedang melahirkan. Namun tentu saja, hal tersebut merupakan mitos yang dipercaya turun temurun.

Fenomena hujan saat sedang ada terik matahari atau hujan macan ini merupakan fenomena yang wajar terjadi. Hujan seperti ini dalam istilah keilmuan disebut dengan hujan zenithal.

  1. Membuka Payung Dalam Ruangan Mendatangkan Kesialan

Saat masuk musim hujan, kita harus sedia payung. Namun, membuka payung di dalam ruangan ternyata bisa mendatangkan kesialan.

Tidak jarang orang masih menganut mitos yang satu ini. Bahkan banyak diantara kita pasti takut membuka payung di dalam ruangan karena percaya dengan mitos.

Faktanya, lasan untuk tidak membuka payung di dalam ruangan saat ini adalah untuk menghindari cedera.

Selain itu ukuran payung saat dibuka cukup lebar. Hal tersebut menghindari benda – benda di dalam ruangan tidak rusak karena terkena payung.

  1. Menancapkan atau Menggantung Cabai untuk Menangkal Hujan

Sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh pemilik acara atau panitia acara untuk menangkal datangnya hujan.

Demi lancarnya keberlangsungan acara, salah satu jurus yang digunakan pawang adalah metode cabai yang ditancapkan dalam lidi bersamaan dengan bawang putih atau bawang merah.

Namun hal ini ternyata mitos, dan jika benar tidak ada hujan yang datang berarti hanya kebetulan.

  1. Hujan Saat Imlek Membawa Banyak Keberuntungan

Seperti yang kita ketahui, hari raya Imlek terjadi pada bulan Januari. Awal tahun masih menjadi bagian dari musim penghujan.

Dengan begitu masyarakat Tionghoa sangat percaya dengan adanya hujan akan mendatangkan banyak rezeki.

Sebelum Imlek tiba biasanya akan disiapkan baskom berisi air yang dicampur dengan air garam.

Nantinya baskom tersebut ditaruh pada halaman rumah dan dipercaya dapat memamggil hujan turun.

 Baca Juga: UMP 2024 Dipastikan Naik, HB X : Nanti Kita Lihat Saja

  1. Sapi Tiba-Tiba Berbaring, Berarti Hujan Akan Turun

Mitos soal sapi yang yang tiba-tiba berbaring lama adalah tanda bakal turun hujan terbukti benar. Menurut penelitian, sapi cenderung berdiri saat tubuh mereka kepanasan.

Dan sebaliknya, suhu dingin dengan merasakan angin pertanda hujan tiba akan membuat suhu tubuh sapi menurun drastis.

Dengan begitu biasanya sapi akan duduk untuk menghangatkan tubuhnya.

Nah itu tadi beberapa mitos yang beredar di Indonesia. Beberapa dari kita masih mempercayai mitos turun – temurun yang entah benar faktanya atau hanya cerita buatan dari nenek moyang.

Namun intinya, saat ini kita hanya perlu menghormati kepercayaan orang lain. (Tifara Annisa/Radar Jogja)

 

 

Editor : Bahana.
#mitos #payung #Tionghoa #musim hujan #Air #Indonesia