Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selamat Hari Pahlawan ! Pimpin Jepara 30 Tahun, Ratu Kalinyamat Dapat Gelar Pahlawan Indonesia

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 10 November 2023 | 20:16 WIB
Ilustrasi Ratu Kalinyamat, pimpin Jepara 30 tahun dapat gelar pahlawan. (satunusantaranews.co.id)
Ilustrasi Ratu Kalinyamat, pimpin Jepara 30 tahun dapat gelar pahlawan. (satunusantaranews.co.id)

RADAR JOGJA – Seorang pemimpin dari Jepara pada tahun 1549-1579, akhirnya mendapat gelar pahlawan nasional.

Gelar tersebut akan diberikan oleh Presiden Jokowi kepada ahli warisnya yaitu masyarakat Jepara, pada hari Jumat ini, tanggal 10 November 2023.

Gelar ini diberikan setelah Lestari Moerdijat, Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, mengajukan pengajuannya.

Ini merupakan pengajuan ketiga, setelah pengajuan kesatu dan kedua yang diajukan oleh pemerintah Kabupaten Jepara ditolak karena kurangnya bukti sejarah Ratu Kalinyamat.


Ratu Kalinyamat

Nama asli dari Ratu Kalinyamat adalah Ratu Retna Kencana.

Kalinyamat diambil dari nama sebuah tempat di daerah Jepara yang menjadi daerah kekuasannya.

Ratu Kalinyamat yang merupakan seorang putri dari Sultan Trenggana dan cucu dari Raden Patah pendiri Kerajaan Demak, adalah tokoh maritim dan pemimpin di daerah Jepara, Jawa Tengah.

Saat menjadi pemimpin Jepara, Ratu Kalinyamat membangun strategi untuk memperkuat daerah Jepara dalam hal pelayaran dan perdagangan.

Ratu Kalinyamat menjalin kerjasama dengan pedagang-pedagang di kota lain seperti Cirebon, Banten, Demak, Tuban, dan pasar internasional Malaka.

Strategi yang dilakukan Ratu Kalinyamat tersebut mengantarkan Jepara menjadi kota pelabuhan terbesar dengan armada laut yang terkuat di pesisir utara Jawa.

Ratu Kalinyamat memiliki pengaruh yang besar di Pulau Jawa. Oleh karena itu, Ratu Kalinyamat pernah diminta tolong oleh Raja Johar untuk membantu mengusir Portugis yang saat itu sedang menjajah daerah Malaka.

Baca Juga: Sambut Hari Pahlawan, KAI Hadirkan Diskon 25 Persen Tiket KA, Bagaimana Caranya...


Ratu Kalinyamat berperan besar dalam melawan penjajah dari Portugis, yang saat itu melakukan penjajahan di daerah Malaka dan Maluku.

Penjajahan tersebut terjadi pada tahun 1551-1574. Strategi yang dilakukan Ratu Kalinyamat adalah dengan mengirimkan 200 kapal armada yang 40 di antaranya berasal dari Jepara.

Dalam satu kapal tersebut, berisi 45.000 prajurit dan dipimpin oleh seorang Adipati.


Penjajahan yang dilakukan negara Portugis tersebut banyak merugikan para pedagang di daerah Jepara dan nusantara lainnya.


Ratu Kalinyamat menjadi satu dari sekian pahlawan perempuan yang mempunyai sikap tegas, berani mengambil keputusan, berwibawa, bijaksana, dan mempunyai jiwa kepemimpinan.

Oleh karena itu tidak heran jika Ratu Kalinyamat bisa menjadi pahlawan dan penguasa wanita yang hebat di pesisir utara Jawa.

Ada salah satu peninggalan yang diberikan Ratu Kalinyamat untuk daerah Jepara dan masih berdiri hingga saat ini.

Peninggalan tersebut adalah Masjid Mantingan yang didirikan pada tahun 1559.

Masjid ini ditandai dengan adanya candra sengkala “rupa brahma warna sari”. Selain itu, masjid ini juga memiliki ukiran yang bermotif lokal Jepara, perpaduan antara motif China, Hindu, dan Islam. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Perjuangan Pahlawan yang Wajib Ditonton Bulan November

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#10 November #ratu kalinyamat pahlawan nasional #hari pahlawan #ratu kalinyamat jepara