RADAR JOGJA - Sungai Bengawan Solo, yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia, saat ini mengalami masalah serius dengan peningkatan pertumbuhan eceng gondok.
Hal ini dikhawatirkan meningkatkan resiko pendangkalan dan teragngunya kehidupan dan lingkungan Sungai.
Dilansir dari laman pandemictalks Kamis (2/11), tumbuh suburnya eceng gondok yang membuat permukaan Sungai Bengawan Solo berubah hijau disorot pakar fisiologi dan ekotoksikologi Departemen Biologi Fakultas Sains dan Analitika Data Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Dewi Hidyatai.
Ia mengungkapkan Merebaknya populasi eceng gondok di sungai bengawan solo diperkirakan disebabkan oleh adanya faktor pencemaran bahan organik.
“Kandungan bahan organik di Sungai tinggi dapat menjdai penyubur pertumbuhan eceng gondok . Kelebihan bahan organik tersebut kemungkinan berasal dari kegiatan di daratan,missal sisa industri plahan pangan,restoran,sisa pakan dari tambak-tambak,sampah organic rumah tangga dan sebagainya," jelas Dewi.
Selain pencemaran bahan organic,factor lain mengapa populasi eceng gondok begitu banyak dipicu oleh berkurangnya biocontrol atau pengendali alami.
Selain pencemaran bahan organik, faktor lain yang memicu populasi eceng gondok meningkat pesat adalah minimnya biokontrol atau pengendalian alami yakni serangga dan ikan berkurang. (Fatimah Rizqi z)
Editor : Bahana.