RADAR JOGJA – Nasib nahas dialami seorang siswa SDN 9 Jatimulya Bekasi yang menjadi korban perundungan hingga kaki kirinya harus diamputasi. Korban berinisial FAA (12) ini mengalami perundungan berulang kali yang puncaknya pada Februari 2023 lalu.
Hal ini disampaikan oleh ibu korban yakni Diana yang sampai saat ini masih mencari keadilan untuk anaknya. Dilansir dari Instagram @lets.telkendenjoy, ibu Diana menjelaskan kronologi terjadinya pembullyan yang dialami oleh FAA.
Menurut penuturannya, FAA diajak oleh lima orang temannya untuk jajan di luar sekolah saat jam istirahat tiba.
Namun, saat FAA berjalan tiba-tiba salah satu temannya menendang kaki korban dari belakang yang menyebabkan FAA jatuh.
"Saat itu, FAA yang tengah berjalan diselengkat atau ditendang oleh temannya dari arah belakang sehingga terperosok jatuh dengan kondisi luka di bagian tangan dan memar pada dengkul kaki," ungkap Diana pada akun tersebut.
Bukannya menolong, FAA justru ditertawakan dan diolok-olok oleh teman-temannya. Selain itu, ia juga diancam untuk tidak menceritakan kejadian tersebut ke orangtua ataupun guru.
Saat telah kembali ke kelas, FAA kembali dibully oleh teman sekelasnya karena melihat dirinya yang tengah kesakitan.
"Begitupula dengan hari-hari berikutnya, tindakan bullying masih terus berlangsung," terang Diana.
Diana baru mengetahui hal tersebut setelah tiga hari pasca kejadian sebab FAA mengeluh tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena merasakan sakit dibagian kaki kiri.
FAA saat itu masih menutup-nutupi apa yang dialaminya lantaran ketakutan karena ancaman teman-temannya.
Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata kaki FAA cedera dan infeksi bagian dalam akibat perundungan yang diterimanya. FAA sudah menjalani pengobatan medis namun belum sembuh dan pulih.
Hingga pada akhirnya, di bulan Agustus 2023, ibu FAA harus menelan pil pahit lantaran dokter mendiagnosis anaknya mengalami kanker tulang dan harus dilakukan tindakan amputasi pada bagian kaki kirinya.
Diana mengatakan bahwa operasi amputasi merupakan jalan terakhir yang diambil karena sejumlah pemeriksaan di tiga rumah sakit berbeda mulai dari rontgen, hingga MRI, menyatakan hasil yang sama.
"Kini FAA tengah dirawat di HCU RS Kanker Dharmais Jakarta usai tindakan amputasi karena kondisnya yang menurun," terangnya.
Usahanya untuk mencari keadilan untuk FAA dilakukan Diana dengan melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Bekasi namun tidak mendapatkan tanggapan.
"Saya sudah lapor ke Polres Metro Bekasi pada 17 April 2023. Laporan ini karena saya tidak mendapatkan keadilan dan jalan keluar dari pihak sekolah maupun keluarga pelaku atas aksi dan dampaknya yang sedang dialami anak saya," jelas Diana.
Tak sampai disitu, Diana yang menemui pihak sekolah dan meminta dipertemukan dengan orang tua pelaku justru mendapatkan perlakuan tak enak. Pihak sekolah yakni SDN 9 Jatimulya menganggap kejadian ini hanyalah candaan antar teman.
"Saya sangat kecewa dengan kondisi anak saya yang sedang sakit dan harus terus menjalani pengobatan tapi dianggap bukan sesuatu yang buruk. Aksi bullying yang dilakukan teman-temannya di kelas juga dianggap hanya sebuah bercandaan," ujar Diana. (Erlika Yusfiarista)
Sumber: Instagram @lets.talkendenjoy
Editor : Bahana.