RADAR JOGJA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy menuturkan jika generasi muda Indonesia harus diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin dan diberikan peluang.
“Siapapun anak muda yang telah menunjukkan prestasinya, harus kita beri ruang, beri jalan yang bagus,” Kata Muhadjir.
Muhadjir mengatakan hal tersebut usai menghadiri talkshow ‘Suara Pemuda Menentukan Nasib Bangsa’ di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Menurut Muhadjir, pemerintahan perlu lebih banyak lagi memberikan kesempatan bagi generasi muda sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan bangsa.
“Prinsip saya, yang muda harus diberi kesempatan untuk berada di depan,” ungkap Muhadjir.
Muhadjir menjelaskan jika pemerintah harus membuka kesempatan untuk masyarakat yang selalu dipandang sebelah mata.
“Artinya, kita harus memberikan kesempatan bagi mereka yang sering dianggap sebelah mata,'' kata Muhadjir.
''Ternyata kalu diberi peluang, mereka bisa berprestasi sebagaimana mereka yang dilihat dengan dua mata,” tutur Muhadjir.
Muhadjir merujuk pada perolehan mendali emas Indonesia pada Asian Games 2023 yang mencapai 29 mendali atau telah melampaui target 19 mendali emas.
Hal tersebut menyikapi tentang Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait batas usia calon presiden dan wakil presiden.
Diubah menjadi berusia 40 tahun atau pernah berpengalaman sebagai kepala daerah, pada Senin (16/10/2023).
Atas keputusan itu, Gibran Rakabuming Raka bisa maju menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto usai Putusan Perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah pesyaratan capres dan cawapres.
Oleh sebab itu, Gibran yang usianya masih 36 tahun sudah bisa menjadi cawapres karena ia sedang menjabat sebagai Wali Kota Solo. (caswati)
Editor : Iwa Ikhwanudin