RADAR JOGJA – Sejumlah benda cagar budaya diduga bersemayam di Desa Telukawur, Kecamatan tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Sejumlah peneliti dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah melakukan riset tersebut.
Penelitian ini tindak lanjut dari ditemukannya benda-benda berupa batu, kayu dan guci yang diduga ada sejak Kejayaan Jepara sebagai kota maritim.
Temuan beberapa waktu lalu menunjukkan serpihan kayu yang diduga pecahan kapal saat Ratu Kalinyamat masih memimpin Jepara.
“Ditemukan pecahan kayu kapal yang menjadi dasar pemikiran bahwa Ratu Kalinyamat adalah pengusaha galangan terbesar se-nusantara pada waktu itu,” ungkap Sekretaris Dinas Paristiwa dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ida Lestari dikutip dari laman Radar Kudus, Jumat (13/10/2023).
Ida menyebyutkan, ada beberapa penemuan yang dapat di jadikan bukti bahwa Jepara di zaman dahulu merupakan kota maritim dengam perdagangan yang sangat maju.
Saat ini, pihak dari kemendikbudristek sedang mengadakan penelitian di bawah laut wilayah perairan Telukawur.
Dari penelitian itu ditemukan sejumlah benda yang diduga cagar budaya. Karena umurnya belum diketahui, sehingga perlu dikaji lebih lanjut.
Sementara itu, Petinggi Telukawur Rahman mengaku pihaknya harus berjaga terhadap benda-benda tersebut. Bukan saja benda-benda yang berada di balai desa namun juga kayu yang dibawa peneliti untuk dikaji lebih dalam.
"Pemerintah desa sangat bertanggung jawab penuh atas pengamanan, penyelamatan, dan pemeliharaan benda tersebut," katanya.
Dijelaskan, penelitian itu berlangsung sejak 2 - 12 Oktober 2023. Dari penelitian dan pencarian itu, didapati 17 benda kuno, antara lain, batu andesit, kayu, fregmen gerabah dan fragmen guci.
Ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut itu sudah sejak 2 hingga 12 oktober nanti carik telukawur Sahid mengatakan ada 17 benda yang telah di temukan.
Seperti batu andesit, kayu, fragmen gerabah dan fragmen guci.
(Dwi Putri Birgita Lumban Nahor/RADAR JOGJA)
Editor : Meitika Candra Lantiva