RADAR JOGJA – Beredarnya kabar bahwa Indonesia mengekspor senjata api ke Myanmar mendapat komentar dari berbagai pihak. Salah satunya, Ketua Yayasan LBHI Muhammad Isnur.
Isnur mengatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI harus bertindak tegas dan cepat serta terukur menyikapi kabar tersebut. Langkah tersebut diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap negara tidak melemah.
Isnur mengatakan hal tersebut di tengah diskusi bertemakan ”Junta Myanmar, Pelanggaran HAM, dan Problematika Suplay Senjata dari Indonesia”. Diskusi diselenggarakan di Jakarta, Senin (9/10/2023).
“Indonesia secara moral terikat karena mendorong lahirnya pertanggungjawaban korporasi dalam menjaga produknya agar tidak disalahgunakan untuk pelanggaran HAM. Semua ekspor senjata ke Myanmar sebelum 2021 juga harus ditelusuri,” ujar Isnur.
Dia menjelaskan, karena adanya perbedaan kebijakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk perdamaian, tetapi Indonesia masih dengan mudah melakukan ekspor senjata ke Myanmar.
Oleh karenanya Isnur menyarankan agar presiden meminta Pemerintah Myanmar agar senjata yang diimpor dari Indonesia tidak digunakan untuk melukai warga Myanmar.
“Namun faktanya, terjadi disparitas antara kebijakan Kemenlu yang mendorong perdamaian di Myanmar, tetap di satu sisi dengan mudah mengekspor senjata ke Myanmar,” ujar Isnur.
Akan tetapi kebijakan ekspor senjata diatur di tingkat Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Yang berarti kebijakan Kemenhan yang lebih mengabaikan kesepakatan resolusi Indonesia dengan PBB. Dimana Kemenlu menjadi ujung tombaknya.
“Pengaturan terkait ekspor senjata ini sepertinya tidak serius dibangun, karenanya bisa saja di manfaatkan untuk kepentingan lain. Untuk itu penting diatur melalui peraturan yang lebih komprehensif,” kata Isnur.
Isnur juga memberikan komentar terhadap Indonesia yang mengimpor senjata dengan tidak transparan, jangan sampai senjata yang dari Indonesia digunakan untuk memberikan hukuman kepada orang yang tidak bersalah.
“Sehingga kita tergolong pada negara yang otoritarian kalau tidak peduli untuk apa senjata itu digunakan,” kata Isnur. (caswati)
Sumber: Jawa Pos