Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akan Menikah, Kisah Cinta Pierre Tendean dan Rukmini Kandas akibat Peristiwa G30S

Bahana. • Sabtu, 30 September 2023 | 16:36 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Peristiwa Gerakan 30 September (G30S PKI) membawa pilu bagi negara Indonesia.

Tujuh orang perwira yang dikenal dengan pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S PKI tersebut.

 

Salah satu pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI itu adalah Kapten Czi Pierre Andreas Tendean.

Dikenal dengan nama Pierre Tendean, pria keturunan Indonesia - Prancis itu gugur saat menjalankan tugasnya sebagai ajudan Jendral TNI Abdul Haris Nasution.

Ia menjadi salah satu korban penculikan dan pembunuhan sebelum akhirnya dibuang ke lubang buaya.

 

Akhir hidup Pierre Tendean yang tragis juga senada dengan kisah cintanya bersama seorang wanita asal Medan, Sumatera Utara.

Kota Medan pun menjadi saksi kisah cinta tragis antara Pierre Tendean dan Rukmini.

Memiliki nama asli Rr. M. CH. A. Nurindah Rukmini Chamim, seorang gadis cantik berdarah Jawa yang dapat memikat hati Pierre Tendean.

 

Kisahnya bermula ketika Pierre Tendean menjalankan tugasnya sebagai perwira militer.

Hal tersebut mengharuskannya untuk pindah ke berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya Medan.

Dilansir dari laman resmi stekom.ac.id, Pierre Tendean menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan.

Perkenalan Pierre Tendean dan Rukmini pun tak lepas dari peran Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi.

Setijono dan Satrijo bisa disebut sebagai makcomblang antara Pierre dan Rukmini.

Mereka selalu berusaha untuk mempertemukan Pierre Tendean dengan wanita yang kerap disapa Mimin itu.

Pada awalnya Pierre bersikeras untuk menolak ajakan kedua rekannya tersebut untuk menemui Rukmini.

Namun, karena Setijono dan Satrijo yang pantang menyerah, Pierre pun akhirnya mau bertemu dengan Rukmini.

Pierre dan kedua rekannya tersebut pun mengunjungi rumah Rukmini yang tidak jauh dari asrama di Sei Sikambing kawasan Kodam II/Bukit Barisan.

Lama kelamaan, Pierre Tendean akhirnya memberanikan diri untuk pergi mengunjungi Rukmini sendiri tanpa kedua rekannya.

Rukmini merupakan putri Sulung dari pasangan Bapak dan Ibu Raden Chamim Rijo Siswopranoto.

 

Chamim dikenal sebagai wiraswasta yang sukses di Sumatera Utara pada masa itu.

Keluarga Chamim juga dikenal sebagai keluarga muslim yang taat dan masuk dalam barisan Muhammadiyah Kota Medan dan Yogyakarta.

Rukmini juga dikenal sebagai wanita shaleha yang taat dan rajin ibadah.

Meskipun lemah lembut dan sederhana, Rukmini juga memiliki kepribadian yang tegas dan perfeksionis.

Hal tersebutlah yang membuat Pierre Tendean tertarik dengan sosok Rukmini.

Saat perkenalkan, Rukmini masih duduk di bangku SMA dan usia mereka terpaut delapan tahun.

Meskipun begitu, Rukmini juga ternyata menyimpan rasa kepada.
 
Baca Juga: Rindu Masakan Sunda Waktu di Jogja? Tempat Makan Ini Bisa Menjadi Solusi
 

Tak hanya perbedaan usia, perbedaan agama yang dianut juga menjadi penghalang kisah cinta mereka.

Rukmini merupakan agama Islam yang taat, sedangkan Pierre adalah seorang kristiani.

Tak hanya perbedaan usia, perbedaan agama yang dianut juga menjadi penghalang kisah cinta mereka.

Rukmini merupakan agama Islam yang taat, sedangkan Pierre adalah seorang kristiani.

Pierre Tendean harus melanjutkan pendidikannya ke Bogor pada tahun 1993.

Meskipun hanya sebentar, tapi Medan telah meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.

Saat masa libur atau masa cuti tiba, Pierre Tendean lebih memilih untuk pulang ke Medan dan menemui sang pujan hati, Rukmini.

Pertemuan terakhir Pierre Tendean dan Rukmini terjadi pada tanggal 31 Juli 1965.

Saat itu, Pierre Tendean mendampingi Jenderal AH Nasution saat peninjauan ke Kota Medan.

Pada saat itu, Pierre Tendean dan Rukmini berencana untuk meresmikan pernikah mereka.

Acara sakral tersebut pun direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Desember.

Namun, rencana pernikahan itu harus dikubur dalam-dalam oleh Rukmini.

Sebab, dua bulan sebelum proses penting itu dilakukan, Pierre Tendean terlebih dahulu kembali ke sang pencipta.

Ia tewas dalam peristiwa yang menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Dibunuh, disiksa, hingga dikubur dalam sebuah sumur yang dikenal dengan lubang buaya.

Kisah cinta antara Pierre Tendean dan Rukmini itu pun kini tinggal sejarah bersamaan dengan sejarah peristiwa G30S PKI.

Dan Kota Medan telah menjadi saksi kisah cinta indah berujung tragis yang dibawa mati oleh G30S PKI.

 
 
 
 
Editor : Bahana.
#rukmini #ah nasution #radar jogja #pki #G30S #kisah #menikah #medan #pierre tendean #september #Indonesia