RADAR JOGJA - Hanya karena tidak dibelikan handphone baru, seorang pemuda di Bali merenggut nyawa dengan gantung diri.
Korban merupakan pemuda inisial WBP, kelahiran 26 Agustus 2004. Statusnya duduk di bangku kuliah.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Dilansir dari laman radarbali.id (Jawa Pos Group), sehari sebelum tewas, korban sempat meminta dibelikan HP. Namun karena yang diminta korban harganya terlalu mahal, maka ayah korban tak menyanggupinya.
Hal itu membuat korban marah hingga menimbulkan pertengkaran keduanya.
Bahkan korban hendak memukul ayahnya, karena tak menyanggupi permintaannya itu.
Selanjutnya korban meninggalkan ayahnya dan mengurung diri di kamar.
Setelah beberapa saat teman korban datang dan menanyakan keberadaan korban. Ayah korban menyebut, jika korban sedang berada di kamarnya.
"Begitu masuk ke dalam kamar, (teman korban, Red) kaget, berteriak memanggil ayah korban," terang Kapolsek Sukawati Kompol Decky Hendra Wijaya, Sabtu (23/9/2023).
Korban dalam keadaan tergantung dengan tali yang diikat pada kayu kerangka plafon di kamarnya.
Pemandangan tersebut menggemparkan keluarga dan warga sekitar. Hingga mereka bergegas menurunkan korban dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Ganesha.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Jasadnya sudah dalam keadaan kaku. Korban diperkirakan meninggal lebih dari enam jam dari sejak ditemukan.
"Pihak keluarga menolak otopsi (korban, Red). Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah," tukasnya. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva