RADAR JOGJA - Pabrik permen di Jawa Timur (Jatim) ini terpaksa ditutup karena mengalami kerugian selama 4 tahun berturut-turut.
Permen adalah produk sejenis gula-gula yang umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirup fruktosa.
Memiliki rasa dan bentuk yang beragam, membuat permen menjadi salah satu makanan yang cukup digemari.
Jumlah pabrik permen di Indonesia sendiri cukup banyak.
Salah satunya ada di Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.
Pabrik permen ini didirikan di Bekasi pada tahun 1991
Dilansir dari laman agellanggeng.com, produk permen pertama dari pabrik ini adalah Permen Relaxa yang dirilis pada tahun 1993.
Permen Relaxa adalah permen wangi pertama yang ada di pasar Indonesia.
Meningkatnya angka penjualan, mendorong perusahaan untuk membangun pabrik permen di Pasuruan, dan mulai fokus dalam memproduksi dan menyediakan produk di daerah Indonesia Timur.
Pabrik permen ini menggunakan mesin berteknologi tinggi dari Eropa dan Jepang, sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi bagi konsumen.
Setelah sukses dengan produknya berupa Permen Relaxa, pabrik ini mulai memproduksi jenis-jenis permen lain seperti permen jahe, permen kopi, hingga permen teh hijau isi lemon.
Pada tahun 2011, pabrik permen ini juga melakukan penetrasi di pasar biskuit dengan produknya bernama Oatbits.
Setelah meraih pencapaian yang besar, pabrik ini menjadi salah satu produsen permen dan biskuit terbesar di Indonesia.
Sayangnya, perusahaan pabrik permen ini mengalami kerugian yang besar sehingga harus ditutup.
Kerugian tersebut terjadi dalam 4 tahun berturut-turut, yakni mulai tahun 2019 hingga 2022.
Bagi yang penasaran, pabrik permen di Jatim ini dimiliki oleh PT Agel Langgeng.
PT Agel Langgeng memiliki 3 pabrik di 3 lokasi yang berbeda, yaitu di Pasuruan, Bekasi, dan Dawuan.
Kerugian yang dialami, membuat perusahaan terpaksa menutup pabrik permen yang terletak di Pasuruan.
Pabrik permen di Pasuruan ini ditutup sejak 10 Januari 2023.
Penutupan pabrik ini menyebabkan 273 karyawan terancam pengangguran karena terkena PHK.
Berdasarkan berita yang beredar, 123 karyawan bersedia menerima pesangon, sementara 150 karyawan lainnya menolak jumlah pesangon yang diberikan dan menuntut jumlah yang lebih besar.
Penutupan pabrik permen PT Agel Langgeng ini sempat viral, karena para pekerja yang melakukan unjuk rasa.
Sebelum salah satu pabriknya mengalami kerugian dan bangkrut, PT Agel Langgeng pernah meraih banyak penghargaan terbaik dalam negeri.
Adapun penghargaan yang diraih, seperti Indonesia Wow Award 2017, Top Brand for Kids 2016, dan Social Media Award 2015-2016.
Editor : Bahana.