RADAR JOGJA - Dalam dongeng rakyat Sumatera Barat Malin Kundang dikutuk menjadi batu karena durhaka pada ibunya. Batu yang menyerupai Malin Kundang saat bersujud menyesali perbuatannya pun terdapat di Pantai Air Manis, Kota Padang. Tapi kini batu sang anak durhaka akhirnya tenggelam.
Bukan karena durhaka pada ibunya, batu Malin Kundang tenggelam dikarenakan tidak adanya akses air keluar di pedestrian yang dibangun pemkot setempat. Dikutip dari Padang Ekspres, pedestrian itu dibangun untuk memudahkan pengunjung menuju batu Malin Kundang.
Alhasil, legenda atau cerita rakyat tersebut saat ini telah tenggelam oleh air hujan yang tidak memiliki akses keluar dari tempat tersebut. Terlihat, beberapa jenis ikan air tawar seperti nila, mujair berenang berkelompok di lokasi terbenamnya batu Malin Kundang yang pada saat ini telah berubah menjadi kolam ikan.
Walau tak ubah seperti kolam ikan, Batu Malin Kundang tetap dikunjungi oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Mereka melakukan swafoto, walau ada larangan berswafoto di lokasi Batu Malin Kundang yang dibuat oleh tukang foto keliling di Batu Malin Kundang.
Idham salah seorang pengunjung yang datang dari Kota Makassar mengaku takjub dengan keindahan alam di sekitar Batu Malin Kundang. “Tempatnya asri dan indah. Sayang, batu Malin Kundangnya tenggelam,” ucapnya Minggu pagi (27/8)
Tomi yang datang dari Jambi, mengaku tidak tahu bahwa batu Malin Kundang yang ia datangi telah terbenam oleh air tawar. “Mau bagaimana lagi, saya merasa tempat ini kering. Tetapi, pada saat ini sudah menjadi kolam. Sungguh sangat disesalkan sekali,” paparnya.
Tomi menambahkan juga, dirinya sempat ragu untuk mengikuti jalan menuju kapal Malin Kundang, karena akses menuju sana ‘’ditutupi’’ oleh para pedagang pakaian.“Saya kira, jalan ke sana ditutup, karena banyak pedagang baju kali lima memenuhi akses jalan menuju sana. Pemerintah harus merelokasi dan menyediakan spot untuk berjualan bagi mereka di lokasi lain,” tutupnya.
Seorang pemuda lokal yang menawarkan ATV menjelaskan, terbenamnya batu Malin Kundang merupakan bentuk kegagalan proyek yang dibangun oleh Pemko Padang. “Dahulu, kontraktor yang membangunnya gagal. Akses jalan air keluar saja tidak ada. Sebelumnya ada petugas yang memompakan air keluar. Saat ini petugas tersebut tidak ada lagi,” ucap pemuda berkulit hitam legam itu.
Editor : Heru Pratomo