RADAR JOGJA - Jenazah Wahyu Dian Silviani hendak dipulangkan ke keluarganya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Prosesi penghormatan terakhir hingga pemakaman jenazah seluruhnya ditanggung Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta.
Jenazah akan diberangkatkan ke Mataram melalui jalur darat (tol) menuju Bandara Juanda Surabaya dan akan diantar menggunakan pesawat Super Jet, Jumat (25/8/2023) dikutip dari Radar Solo.
“Kami secara kelembagaan mengantar sampai ke liang lahat. Ada dua dosen yang menemani ayahanda dan saudara dari Almarhumah yang menjemput ke sini,” terang Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta Rahmawan Arifin yang hendak mengantarkan jenazah hingga proses pemakaman di Mataram.
Diungkapkan, sesuai arahan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh Universitas. Mengingat almarhumah Wahyu Dian Silviani, merupakan dosen dan keluarga besar UIN Raden Mas Said.
“Biaya seluruh perjalanan ditanggung oleh lembaga. Termasuk kargo jenazah, hingga pemakaman jenazah. Karena beliau adalah bagian dari keluarga besar kami,” ucapnya.
Terkait prosesi pemakaman dirinya belum mendapatkan informasi pasti dari pihak keluarga. Namun disampaikan jenazah akan diberangkatkan dari Surabaya pukul 17.00 menggunakan Pesawat Super Jet.
Waktu pemakamannya kapan, Rahmawan belum mendapat penjelasan pasti.
Sebagai rekan pengajar, dia mengaku terpukul dengan Dosen FEBI UIN Raden Mas Said. Diakuinya menjadi pukulan kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga UIN Raden Mas Said.
Almarhumah sejatinya dosen muda yang disiapkan untuk membuka program baru dalam program studi ilmu lingkungan.
“Namun hari ini almarhumah dijemput langsung oleh Bapaknya dari Mataram. Kami secara kelembagan sudah menyerahkan pada pihak keluarga,” beber Dekan UIN Raden Mas Said itu.
Pihak keluarga juga meminta agar UIN secara kelembagaan turut mengawal kasus yang menimpa Wahyu Dian Silviani. Hal itu disampaikan Rahmawan lantaran keluarga korban tidak selalu bisa berada di Solo untuk memantau perkembangan kasus.
“Beliau meminta secara langsung pada pihak Kapolsek untuk mengusut secara tuntas. Dan berharap kepada pihak lembaga (UIN) untuk bisa mewakili keluarga, karena keluarga ada di Mataram dan tidak bisa sewaktu-waktu dipanggil ke sini,” imbuhnya.
Rahmawan juga menjelaskan, Rektor UIN Raden Mas Said tidak bisa mendampingi prosesi penghormatan jenazah lantaran ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun pihaknya mengatakan Rektor sudah menginstruksikan kepada civitas akademik kampus untuk mendampingi jenazah hingga pemakaman.
“Sedianya Bapak Rektor tadi malam dari Jakarta, dan hari ini harus ke Karanganyar untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari,” jabarnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva