RADAR JOGJA - Wahyu Dian Silviani,34, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta yang ditemukan meninggal secara tak wajar, dikenang sebagai sosok yang sabar dan selalu memprioritaskan kepentingan mahasiswanya. Selain itu, hari ini (25/8/2023), dosen muda berprestasi itu semestinya mengikuti tes wawancara beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2023 untuk S3 di luar negeri.
“Beliau ini baik banget orangnya. Beliau selalu mementingkan mahasiswa,” ungkap Suci Dwi Rahmawati, 24, salah seorang alumni UIN Raden Mas Said Surakarta dilansir dari Radar solo, Jumat (25/8/2023).
Menurutnya, Wahyu Dian Silviani merupakan sosok dosen dengan dedikasi yang tinggi. Suci sendiri pernah diuji oleh sang dosen. Menurutnya, dosen asal Mataram itu selalu memprioritaskan kepentingan mahasiswa.
Dia menceritakan, saat masa pandemi Covid-19, sang dosen pernah menyempatkan waktu untuk menguji mahasiswa sebelum melakukan penerbangan. Termasuk menguji dirinya.
"saat beliau akan melakukan perjalanan penerbangan dengan pesawat, belain-belain untuk menguji dulu daripada istirahat di kala Corona," ucapnya.
Meski sosoknya tegas namun dosennya itu memiliki kemampuan mengajar yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Selain itu juga dikenal bijak.
"Saat menguji dia tegas memberi tahu bahwa yang ditulis harus bisa dipertanggungjawabkan. Dan apabila ditanya harus dijawab dulu, setelah itu baru diberitahu apa salahnya,” jelasnya.
Senada, mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Shafa Narulista Salsabila, 20, menilai Wahyu Dian Silviani merupakan sosok pendidik yang baik. Shafa yang menjadi mahasiswa bimbingan Wahyu Dian merasa sang dosen mudah akrab dengan para mahasiswa.
“Beliau itu dosen muda, jadi saya merasa bahwa beliau orang yang baik. Dan, mengobrol pun walau sebentar juga enak. Beliau kalau mengajar mudah dipahami, tegas, sabar juga ketika mengajar,” terang Syafa.
Rupanya, Wahyu Dian Silviani sedianya akan mengikuti ujian wawancara tahap akhir untuk beasiswa S3 ke luar negeri pada hari ini (25/8). Namun, sehari sebelum tes beasiswa itu, sang dosen malah ditemukan tak bernyawa di rumah tetangga yang ditinggalinya untuk sementara itu.
Disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Solo Rahmawan Arifin, Wahyu Dian Silviani dikenal dosen muda berprestasi. Dosen muda tersebut dikenal sangat giat mempersiapkan diri untuk mengikuti program beasiswa LPDP. Bahkan, Wahyu Dian Silviani memperoleh skor kemampuan bahasa Inggris tertinggi.
"Beliau ini dosen yang memiliki prestasi akademik bagus, alumni kampus Australia dan tahun ini akan melanjutkan kuliah dengan beasiswa LPDP di luar negeri,” ucap Rahmawan.
Dikatakan Rahmawan, Wahyu Dian Silviani merupakan dosen yang mengampu mata kuliah pada program studi ilmu lingkungan. Namun, dalam dua tahun terakhir masih ditempatkan di FEBI untuk mengajar beberapa mata kuliah terkait ilmu ekonomi.
Editor : Meitika Candra Lantiva