Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza Ciptaan W.R. Soepratman, Lengkap dengan Liriknya

Amin Surachmad • Kamis, 17 Agustus 2023 | 09:47 WIB

MULIA: Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Dok Kemendikbud)
MULIA: Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Dok Kemendikbud)


RADAR JOGJA - Selamat Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonensia. Ya, hari ini 17 Agustus 2023, Republik Indonesia genap 78 tahun.

Untuk memperingati hari istimewa tersbut, lazim dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu itu diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.

Dikutip dari laman Kemendikbud, saat itu W.R. Soepratman membaca artikel yang mengulas tentang "Manakah komponis Indonesia yang bisa menciptakan lagu kebangsaan Indonesia yang dapat membangkitkan semangat rakyat?" Artikel itu diterbitkan majalah Timboel terbitan Solo.

Baca Juga: Bendera Merah-Putih Raksasa Berkibar di Bukit Klangon, Berjarak 4 Kilometer dari Puncak Gunung Merapi

W.R. Soepratman tergerak. Dia mulai berusaha membuat lagi dengan tema kebangsaan yang dapat membangkitkan semangat rakyat. Dia berusaha membuat lagu itu menggunakan alat musik biola.

Lagu itu pun selesai. Judulnya adalah Indonesia Raya.


Awalnya, diberi judul Indonesia Merdeka. Tidak ada kata "Raya". Kata yang asa didalamnya yakni " Mulia".

Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-78 RI, Warga Binaan Lapas Wirogunan Asah Wawasan Kebangsaan Lewat Permainan Ular Tangga

Lagu Indonesia Raya pertama kali dibawakan dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 yang dilangsungkan di Gedung Indonesische Clubgebouw Jl Kramat Raya 106. Saat itu lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan alat musik biola. Hanya alunan nada. Tanpa ada lirik.

Lagu Indonesia Raya mendapat sambutan hangat dari peserta kongres. Diterima dengan baik.

W.R. Soepratman menemui kawannya, To Kim Than. Temanya itu memiliki studio rekaman.

Baca Juga: Bupati: Paskibraka Bawa Bendera Merah Putih Bukan Seremonial Semata

Rekaman piringan hitam lagu Indonesia Raya dibuat di studio tersebut. Saat itu direkam dengan iringan biola beserta suaranya dan versi orkes keroncong.

Lagu Indonesia Raya menjadi populer. Ini membuat pemerintah kolonial Belanda berusaha mencegahnya. Itu terjadi sekitar 1930.

Belanda melarang lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan diperdengarkan di depan umum. Rakyat juga dilarang menyebarkan notasi dan lirik lagu dalam bentuk apapun. Di antaranya, buku, pamflet, surat kabar, dan piringan hitam.

Baca Juga: Dusun Karang Dibalut Merah-Putih 780 Meter Menyambut HUT Ke-78 Kemerdekaan RI

Bahkan, W.R. Soepratman sempat diinterogasi pihak kolonial Belanda. Dia dituduh melakukan pemberontakan.

Tapi, tuduhan itu tak terbukti. Dia pun dibebaskan.

Sekitar tahun 1944, muncul pemikiran lagu Indonesia Raya dijadikan sebagai lagu kebangsaan. Waktu itu, Jepang yang menjajah.
Upaya itu dilakukan dengan pembentukan Panitia Lagu Kebangsaan oleh Jepang.

Saat itu pula, Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia 2. Jepang kalah perang melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Baca Juga: Ada Lagu Karya Bung Karno, Rayakan HUT Ke-78 RI 80 Musisi Bawakan Lagu Kebangsaan di Konser Orkestra Serenade

Lagu Indonesia Raya terus disempurnakan. Ada sejumlah perbaikan.


Lagu Indonesia Raya akhirnya dikumandangkan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Laga itu pun kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

 
Berikut adalah lirik lagu Indonesia Raya 3 Stanza.

 

Stanza 1

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

(Ulangan)

Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

 

Stanza 2

Indonesia, tanah yang mulia
 Tanah kita yang kaya
Disanalah aku berdiri
Untuk slama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia

 Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya

Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

 

Stanza 3


Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
M’njaga ibu sejati

Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi

S’lamatlah rakyatnya
S’lamatlah putranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya

Majulah negrinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya

(Ulangan)
Indonesia Raya
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Editor : Amin Surachmad
#w.r. soepratman #lagu kebangsaan #indonesia raya #Perang Dunia 2