RADAR JOGJA - Kasus pembunuhan terjadi di Universitas Indonesia (UI). Mahasiswa Fakultas Sastra Rusia UI berinisial MNZ, meninggal dunia karena luka tusuk.
Di jenazah korban ditemukan banyak luka tusuk di bagian dada.
Dia ditemukan tewas di dalam kosnya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.
"Lukanya di dada lumayan banyak, lebih dari satu (tusukan)," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan kepada wartawan, Sabtu (5/8).
Baca Juga: UMY Tunggu Berkas Kepolisian untuk Pulangkan Jenazah Mahasiswa Korban Mutilasi Sleman
Nirwan menjelaskan, pelaku diduga menusuk korban menggunakan pisau lipat. Pisau yang digunakan untuk membunuh pun sudah disita sebagai barang bukti.
"Alat yang digunakan untuk menghabisi pelaku sudah kita amankan, pisau lipat lumayan bagus lah pisaunya," jelasnya.
Wakasat reskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus ini dilaporkan ke Polres pagi tadi Pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Soroti Kasus Mutilasi Mahasiswa di Sleman
"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku berinisial AAB, 23, dalam waktu 3 jam.
Baca Juga: Info Grafis: Korban Mutilasi Identik dengan Orang Tuanya
Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.
Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.