Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anaknya Aniaya Remaja hingga Tewas, Ketua DPRD Kota Ambon Tak Minta Maaf, Hanya Ucapkan Bela Sungkawa

Amin Surachmad • Rabu, 2 Agustus 2023 | 06:05 WIB

BELASUNGKAWA: Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisutta (tengah) saat mengucapkan belasungkawa terhadap korban penganiayaan anaknya. (Instagram @ndorobei.official)
BELASUNGKAWA: Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisutta (tengah) saat mengucapkan belasungkawa terhadap korban penganiayaan anaknya. (Instagram @ndorobei.official)

 

 

RADAR JOGJA - Anak ketua dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) melakukan penganiayaan hingga korbannya meninggal dunia. Itu dilakukan oleh Abdi Toisutta, anak dari Ketua DPRD Kota Ambon Ely Toisutta.

Dia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja berinisial RRS, 15, hingga meninggal dunia. Atas perbuatannya melakukan penganiayaan itu, Abdi pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian dari Polresta Ambon.

Dikutip dari jawapos.com, usai viralnya kasus ini, Ely Toisutta bersama suami dan anaknya yang lain, terungkap membuat video bela sungkawa kepada korban. Namun, tak ada kata permintaan maaf atas perbuatan yang dilakukannya anaknya. 

"Bismillahirohmanirrohim, assalamualaikum. Saya Ely Toisutta, atas nama keluarga, dengan segala kerendahan hati dan dengan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT. Dengan ini kami menyampaikan turut berbelangka sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda Rafli Rahman Sie,” kata Ely di dalam video tersebut, dikutip dari akun Instagram ndorobei official.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 13 detik itu, Elly menyerahkan penanganan kasus anaknya tersebut kepada aparat penegak hukum. 

"Semoga Allah SWT merahmati almarhum khusnul khotimah, serta mendapatkan tempat yang paling indah di sisi Allah, amin. Dan atas nama keluarga pula kami sangat prihatin atas peristiwa dan musibah yang terjadi. Kami menghormati serta menyerahkan penanganan proses dan perkara ini kepada aparat penegak hukum,” imbuh Elly.

Di akhir video, Ely berharap kepada Allah agar diberikan ketabahan dan kekuatan atas musibah yang dialaminya.

“Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan kepada kita semua serta petunjuk agar kita mendapatkan hikmah yang mendalam dari musibah ini, amin. Wassalamualaikum,” tandasnya.

Video pernyataan tersebut menjadi viral dan diunggah di beberapa akun Instagram salah satunya oleh @ndorobei.official. Tak sedikit warganet yang menyerbu pada kolom komentar pada posting-an tersebut.

“Semurah itu harga sebuah nyawa. Penjara sama permintaan maaf ga bisa mengembalikan nyawa yang sudah hilang,” tulis akun @de**a***.

 

Editor : Amin Surachmad
#Penganiayaan #DPRD Kota Ambon