Reza berhasil mengalahkan 15 finalis lainnya. Sang jawara tercatat sebagai lulusan Economics and Business Administration di Boston University Amerika Serikat. Sempat menjabat Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) Massachusetts pada tahun 2013.
Penerima beasiswa dari Bellevue College itu juga pernah tergabung sebagai tim Staf Khusus bidang Komunikasi di Kemendikbud Ristek. Untuk saat ini telah mendirikan usaha fasilitas dapur komersil untuk bisnis kuliner.
Reza juga terpilih sebagai Vice President di Lion's Club Madhava. Merupakan komunitas kepemudaan yang berfokus pada masalah sosial dan kesehatan. Mulai dari diabetes, penglihatan, kelaparan, lingkungan dan kanker anak.
"Menjadi The New L-Men of the Year 2022 merupakan satu langkah serta proses luar biasa yang pernah saya ambil. Melalui platform ini saya diberi kepercayaan untuk memperluas dampak dalam menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup sehat," jelas Reza dalam pidato kemenangannya.
Reza menceritakan masa kecilnya memiliki berat tubuh berlebih. Hingga akhirnya muncul kesadaran gaya hidup sehat. Konsistensi dan komitmen mampu mengantarkannya sebagai jawara L-Men of The Year 2022.
"Saya percaya semua orang memiliki keraguan dalam dirinya, tapi perlu disadari masing-masing juga memiliki api kecil yang dapat menjadi pemantik untuk seseorang mengeluarkan kekuatan terbaiknya, menjadi versi terbaik diri mereka," katanya.
Penyelenggaraan ajang The New L-Men of the Year 2022 ini dinilai cukup istimewa. Ini karena hadir dengan berbagai kegiatan offline maupun online. Mulai dari audisi di berbagai kota, pre-camp secara online, #CollaBROrative Camp, hingga malam final sejak Februari lalu.
The New L-Men of the Year 2022 ini juga menghadirkan 3 kategori penghargaan baru. Mulai dari The Best Health Creator on TikTok yang dimenangkan oleh Reza Andriyanto dari Jawa Tengah, The Most Favourite yang dimenangkan oleh Justian perwakilan Bengkulu, dan The Most Photogenic yang diraih oleh Afif dari Aceh.
Sementara Most Inspiring Movement diraih Biondi Sanda Sima asal Sulawesi Tengah yang memiliki gerakan sosial bernama Palu Produktif. (Obi/Dwi) Editor : Editor News