Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) DIJ Gandung Pardiman menilai bahwa pertahanan TNI kini sudah jebol terkait masalah PKI. TNI sejak dahulu menjadi benteng pertahanan terhadap Pancasila, UUD 45 dan NKRI.
"Saya melihat bahwa PKI masih ada karena para anggta PKI dahulu yang kini masih hidup tentu memberikan pemahaman mengenai ideologi komunis kepada anak - anaknya. sehingga orang - orang yang berada di lingkaran mantan anggota PKI tentu akan terpengaruh," jelas Gandung Pardiman.
Lebih lanjut Gandung Pardiman menyatakan dengan tegas menolak kebijakan Panglima TNI Andika Perkasa tersebut. Gandung menilai anak - anak anggota partai terlarang PKI baik secara langsung maupun tidak langsung, disengaja atau tidak disengaja pasti menerima pengaruh paham ideologi komunis dari orang tuanya.
"Saya yakin baik secara langsung atau tidak, disengaja atau tidak paham ideologi komunis akan masuk kedalam otak sang anak dan paham ideologi komunis akan tertanam hingga menjadi dewasa," katanya.
Oleh karena itulah Gandung Pardiman yang juga anggota DPR RI dari fraksi Golkar mengimbau kepada Panglima TNI untuk meninjau ulang kebijakan tersebut. Gandung yakin di keluarga besar TNI yang masih aktif maupun yang sudah purna tentu tak sedikit yang menolak terhadap kebijakan tersebut. Apalagi mereka yang merasakan langsung akibat perbuatan keji PKI pada tahun 1965.
Gandung menambahkan, masalah ini pernah diingatkan oleh mantan Wakil Presiden RI yang juga mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno yang pada tahun 2017. Kala itu mengingatkan kepada TNI agar hati - hati dan waspada serta teliti agar anak - anak anggota PKI jangan sampai masuk TNI.
"TNI selama ini adalah musuh utama PKI dan apaham komunis. Kami berharap jangan sampai TNI dihuni oleh orang - orang yang didalam hatinya tertanam paham ideologi komunis. Hal ini bisa bahaya bagi TNI bangsa dan negera ini dimasa mendatang," tegas Gandung.
Kemudian,bimbuh Gandung, dimasa mendatang di tubuh TNI akan muncul jiwa dan semangat Aku Bangga Jadi Anak PKI . Selain itu yang dikhawatirkan adalah jika anak - anak keturunan anggota PKI ini memegang jabatan strategis di tubuh TNI.
"Mirisnya lagi jika dikemudian hari anak anggota PKI yang jadi TNI ini memegang jabatan strategis. INi tentu akan semakin merapuhkan ketahanan Pancasila di tubuh TNI bahkan memiliki potensi TNI akan terpecah," tandas Gandung.
Selain itu, Gandung Pardiman juga mempertanyakan kebijakan ini apakah betul - betul dari institusi TNI atau pesanan dari pihak ketiga.
"Ini konsep institusi TNI atau pesanan pihak ketiga. Hal ini penting diketahui untuk rakyat Indonesia," pungkas Gandung Pardiman. (Vis/Dwi) Editor : Editor News