Wujud kerjasama ini berupa dukungan dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya yang mendukung pertahanan negara. Kerjasama ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Balai Senat UGM, Jumat (4/2).
“Perguruan tinggi memegang peranan sebagai center of excellence di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika dalam konteks ketahanan nasional. Saya ingin menegaskan betapa vitalnya kampus sebagai sumber brainware,” jelasnya ditemui di Balai Senat UGM, Jumat (4/2).
Prabowo menyampaikan pertahanan negara adalah hal penting. Sesuai dalam mandat Pembukaan UUD 1945. Tujuannya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Termasuk tujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Itulah mengapa Prabowo memandnag meningkatkan kemampuan pertahanan negara sangatlah penting. Tentunya perlu ilmuwan handal di berbagai bidang. Mulai dari bidang teknik hingga pertanian.
“Tidak bisa dikatakan mana lebih penting karena semua berhubungan. Untuk melindungi butuh tenaga yang cerdas, perlu negara yang kaya. Pangan adalah bagian dari pertanian. Makanan adalah senjata yang strategis,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan inni Prabowo berdiskusi secara tertutup dengan pimpinan UGM. Fokus pembahasan seputar peluang kerjasama. Didalamnya ada pengembangan sektor-sektor yang dianggap strategis bagi pertahanan negara.
Isu yang dibahas di antaranya terkait pengembangan unmanned aerial vehicle (UAV). Adapula pemetaan, serta agroindustri untuk mendukung kedaulatan pangan. Lalu tentang hak dan kewajiban warga negara dalam upaya pembelaan negara.
“Kita butuh untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana melindunginya,” ujar Prabowo.
Rektor UGM Panut Mulyono menuturkan UGM telah melakukan ragam penelitian. Termasuk dibidang pertahanan dan keamanan. Saat ini UGM tengah mengembangkan berbagai riset serta melakukan hilirisasi berbagai produk riset, salah satunya di bidang alat kesehatan.
Pengembangan riset-riset strategis, menurutnya, menjadi wujud upaya UGM dalam mendukung ketahanan nasional. Selain itu juga upayab meningkatkan daya saing bangsa.
“Negara kita akan maju dan disegani kalau kita menguasai teknologi. Dengan teknologi kita bisa membangun kekuatan ekonomi dan juga kekuatan militer untuk bertahan jika ada bahaya yang mengancam,” katanya..
Kesepakatan bersama antara UGM dengan Kementerian Pertahanan memiliki ragam ruang lingkup. Diantaranya meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan kelembagaan. Serta penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya.
“Kesepakatan juga meliputi penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya, penyediaan komponen pendidikan dan tenaga ahli, serta kegiatan lain yang disepakati oleh kedua pihak,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News