Almarhum wafat saat khotbah terakhir di Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten.
panitia salat Id, Zudi Ismail menjelaskan, sebelumnya almarhum memimpin sholat dan dilanjut khutbah belum ada tanda tanda mencurigakan. Namun usai melakukan doa, tiba-tiba ustaz Djuriono terjatuh pingsan tersungkur di atas mimbar.
"Awalnya semua berjalan lancar, khotbah terakhir mulai putus-putus dan tersendat. Setelah itu ambruk.
Setelah ambruk dari mimbar, sempat ditolong jemaah yang berada di barisan depan. Yang bersangkutan sempat dibaringkan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Saat itu masih bernapas tapi firasat saya saat masuk mobil sudah tidak ada (meninggal). Sebelumnya sempat seperti ngorok pelan kemudian diam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat khotbah salat Id. Saat kejadian dia mengaku hanya berjarak sekitar 10 meter dari almarhum Juriono.
Jarak saya sekitar 10 meter. Kejadiannya di lapangan voli Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, beliau jadi imam dan khatib," katanya.
Sebelum salat dimulai, ustaz tersebut tampak bugar dan tidak menunjukkan gejala sakit. Juriono juga sempat menyapanya dan mengajaknya bercanda.
"Saat datang itu sehat. Sempat ninju saya dan bercanda karena lama tidak bertemu tapi setelah itu saya ngatur jemaah," terangnya.
Zudi mengaku baru tahu yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung usai memberi tahu keluarga almarhum. Penyakit itu kumat jika Juriono kecapekan.
"Tadi saat mengabari istri beliau, katanya memang jantung. Saat kecapekan napasnya kadang sesak, "jelasnya.(sky) Editor : Editor News