Tak terkecuali Kelenteng Poncowinatan, mulai awal Februari ini dilakukan pengecatan dinding bangunan, membersihkan perabot-perabot ibadah dari debu. Juga sejumlah persiapan lainnya, agar umat yang beribadah merasa nyaman.
Pengurus Harian Kelenteng Poncowinatan Margo Mulyo mengatakan, mengingat sekarang masih dalam pandemi Covid-19, terdapat sedikit perbedaan dalam penyambutan Imlek tahun ini. “Ada penyesuaian pastinya karena pandemi Covid-19,” ucap Margo kemarin (4/2).
Ia juga mengatakan, ada sejumlah tradisi yang akan dijalankan dan ada yang tidak. Seperti biasanya ada ibadah bersama-sama beberapa hari jelang Tahun Baru Imlek, namun untuk tahun ini ditiadakan karena pandemi. Ibadah hanya dilakukan masing-masing umat.
Sementara itu ritual pencucian patung dewa-dewi tetap akan dilangsungkan, namun secara terbatas pada Sabtu (6/2) mendatang. “Hanya beberapa orang nanti yang akan mencuci. Biasanya kan ramai-ramai, namun untuk tahun ini kami batasi,” ujarnya. Sejumlah protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19 telah diberlakukan di kelenteng ini. Seperti kewajiban menggunakan masker, penerapan jaga jarak, serta penyediaan tempat untuk mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
Margo juga berharap dalam perayaan Imlek tahun ini dirayakan dengan terbatas karena masih masa pandemi, sesuai anjuran pemerintah. Menurutnya, kebijakan pemerintah untuk tidak berkerumun merupakan kebijakan untuk kebaikan bersama. Ia menambahkan, meski diselenggarakan secara lebih sederhana, diyakini tidak akan mengurangi makna dari perayaan Imlek. (aga/laz) Editor : Editor Content