Era Agustina Damayanti (17), warga Bedoyo Wukirsari Cangkringan Sleman juga merasakan manfaat dari JPS setelah mendapatkan bantuan uang tunai untuk membayar tunggakan SPP sekolahnya. Ia mengatakan sudah menunggak SPP sejak bulan Maret awal Pandemi Covid-19 sampai Desember. "Alhamdulillah merasa terbantu, tidak membebani orangtua," ujarnya.
Siswi kelas 12, MAN 4 Sleman ini sampai mendapatkan peringatan dari sekolah sampai orangtuanya disuruh datang ke sekolah. Diketahui, ayahnya bekerja serabutan. "Kalau ada yang menyuruh bangun rumah, baru bisa dapat uang," ucap Era.
Watinem, PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengatakan penyerahan JPS secara langsung ke penerima karena saat ini masih Pandemi Covid-19. "Karena ini masa pandemi, kita menyerahkan langsung ke penerima. Kita mengantarkan ke rumah-rumah dan sekolah," ucapnya.
Watinem menambahkan, untuk JPS Pendidikan, untuk siswa yang tidak bisa membayar sekolah atau punya tunggakan di kelas sebelumnya. "Siswa yang benar-benar membutuhkan bantuan," tambahnya.
Ia pun merinci untuk JPS Pendidikan, ada 20 penerima, JPS lansia ada 4 orang, JPS Kesehatan ada orang, dan alat bantu kesehatan ada 4 buah kursi roda. "Dana untuk JPS ini diambilkan dari APBD Kabupaten Sleman," katanya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti mengatakan pihaknya turut memantau pelaksanaan penyerahan program JPS setelah sebelumnya, dengan timnya, membantu sejumlah warga Sleman yang membutuhkan untuk mengakses JPS. "Ada beberapa JPS untuk biaya pendidikan, pelunasan biaya pendidikan, termasuk pengambilan ijasah. Pemberian alat bantu kesehatan dan jatah hidup untuk lansia yang belum mendapatkan bantuan apapun," bebernya.
"Selama ini, karena keterbatasan informasi, masyarakat tidak tahu dengan program ini. Akibatnya, masyarakat tidak bisa mengakses sehingga sementara ini, saya masih menyebarkan tim untuk jemput bola masyarakat yang membutuhkan. Kita bantu pemberkasan, lalu kita serahkan ke dinas sosial,"tutupnya. (sky) Editor : Editor News