Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bonus untuk Umrahkan Orang Tua dan Budi Daya Puyuh

Editor Content • Sabtu, 21 Desember 2019 | 19:46 WIB
SEMANGAT MANDIRI: Para penyandang disabilitas saat membatik di Workshop Difabelzone.id, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
SEMANGAT MANDIRI: Para penyandang disabilitas saat membatik di Workshop Difabelzone.id, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
Kesuksesan atlet-atlet asal Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dalam ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina, patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, dari 18 atlet Jogjakarta yang tergabung dalam skuad Merah Putih itu, 12 di antaranya berhasil menyumbangkan tujuh medali.

ANA R DEWI, Jogja, Radar Jogja

DARI 72 perolehan emas kontingen Indonesia, tiga di antaranya berhasil disumbangkan atlet berbakat asal DIJ. Mereka adalah Hendra Purnama dari cabang olahraga (cabor) panahan nomor recurve putra perorangan dan recurve putra beregu bersama rekannya Arif Dwi Pangestu. Kemudian Ade Candra Rachmawan dan Gilang Ramadhan dari cabor voli pantai nomor beregu putra.
Dari keempat atlet tersebut, capaian gemilang ditorehkan Hendra Purnama. Sebab, pemanah asal Bantul ini sukses menggondol dua medali emas sekaligus. Masing-masing dari nomor perorangan dan beregu. Hasil apik itu didapat Hendra ketika dalam partai final nomor perorangan dia berhasil menundukkan Myanmar dengan skor 6-4. Lalu, di nomor beregu sukses mengalahkan tim Malaysia dengan skor 5-4.
“Bisa menang ya tentu senang dan bangga. Apalagi bisa mengharumkan nama Indonesia,” ungkap Hendra saat ditemui Radar Jogja dalam acara penyambutan atlet DIJ di Pendapa Bale Timoho Resto, Jogja, baru-baru ini.
Atas prestasi itu, Hendra telah menerima bonus dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Nominal bonus yang diberikan kepada seluruh atlet SEA Games 2019 ini terbilang sangat fantastis.
Sebagai peraih emas, Hendra berhak mendapatkan bonus senilai Rp 500 juta. Juga Rp 350 juta di nomor beregu. Dikatakan Hendra, bonus itu nantinya bakal digunakan untuk memberangkatkan umrah kedua orang tuanya. “Saya memang bercita-cita umrahkan orang tua. Karena bagi saya, menyenangkan orang tua adalah yang utama,” ungkap atlet berusia 22 tahun itu.
Keinginan Hendra bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurut dia kesuksesan yang diraih dalam dunia olahraga panahan tak terlepas dari support kedua orang tuanya. Terutama andil sang ayah. “Sejak kecil karena basic keluarga panahan semua. Saya mulai latihan umur sembilan tahun dan yang melatih ayah sendiri,” kenang Hendra
Selain itu, pemanah kelahiran 13 Januari 1997 ini juga mengutarakan keinginan melanjutkan usaha budi daya burung puyuh yang telah lama dia kelola bersama rekannya. “Manajemennya dari saya, namun teman saya yang di lapangan. Kami kerja bareng untuk hiburan dan hobi saja, soalnya saya suka hewan,” ujarnya.
Di sisi lain, SEA Games kali ini menjadi ajang yang sangat berkesan bagi Hendra. Itu lantaran untuk kali pertama dia berhasil menyumbangkan medali emas. Dari dua edisi SEA Games sebelumnya, Hendra selalu gagal menempati peringkat pertama. “Ikut SEA Games sudah tiga kali. Namun 2015 di Singapura dapat perak beregu. Lalu 2017 Malaysia tidak dapat medali,” ujarnya.
Ke depan target yang dibidik Hendra adalah Olimpiade Tokyo 2020. Karena itu, Januari mendatang dia akan bersiap dan fokus mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas). “Persiapan mengikuti seleksi lagi untuk tim panahan olimpiade,” kata pemanah lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan pendidikan kepelatihan olahraga ini. (laz) Editor : Editor Content
#universitas negeri yogyakarta #Sea Games 2019 #UNY