Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Empat Alasan J&T Cabut dari Shopee yang Bikin Kecewa Banyak Konsumen

Iwa Ikhwanudin • Senin, 7 April 2025 | 20:59 WIB
J&T Express dan Shopee. (Pinterest: Xe Today)
J&T Express dan Shopee. (Pinterest: Xe Today)

RADAR JOGJA - Baru-baru ini, industri e-commerce Indonesia dikejutkan dengan berita bahwa J&T Express tidak lagi bekerja sama dengan Shopee. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi mengenai alasan di baliknya serta dampaknya terhadap penjual dan pembeli di platform Shopee. Shopee dan J&T Express menjalin kerja sama di Indonesia sejak sekitar tahun 2018. Pada Agustus 2018, keduanya mengadakan program bersama untuk mendukung penjual lokal di berbagai kota di Indonesia. Namun, per April 2025, Shopee menghentikan layanan pengiriman standar dan ekonomis dari J&T Express di platformnya, meskipun kerja sama dengan J&T Cargo tetap berlanjut untuk pengiriman kargo.

Alasan J&T Tidak Lagi Bekerja Sama dengan Shopee

1. Perubahan Strategi Bisnis J&T

Sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia, J&T Express telah berkembang pesat dan mulai mengalihkan fokus bisnisnya. J&T kini semakin memperkuat ekosistem logistiknya sendiri, termasuk dengan memperluas layanan ke berbagai platform e-commerce lainnya dan meningkatkan kehadiran di pasar global.

2. Persaingan dengan Shopee Express

Shopee memiliki layanan logistik internal bernama Shopee Express yang terus dikembangkan dan diperkuat. Dengan meningkatnya kapasitas Shopee Express, Shopee lebih memilih untuk menggunakan jasa pengiriman mereka sendiri untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga seperti J&T.

3. Perubahan Kebijakan Shopee dalam Mitra Logistik

Shopee secara bertahap mengubah kebijakan logistiknya dengan lebih mengutamakan mitra pengiriman yang memberikan keuntungan strategis bagi mereka. Dengan menonjolkan Shopee Express, Shopee dapat memiliki kontrol lebih besar terhadap logistik dan pengalaman pelanggan, yang memungkinkan mereka untuk menawarkan layanan pengiriman yang lebih cepat dan terjangkau.

4. Isu Biaya dan Keuntungan

Faktor biaya juga diduga menjadi salah satu alasan utama di balik perpisahan ini. Shopee kemungkinan besar mencari opsi yang lebih hemat biaya dan menguntungkan bagi mereka, sementara J&T mungkin memiliki kebijakan harga yang tidak sesuai dengan strategi bisnis Shopee saat ini.

Dampak Penghentian Kerja Sama Ini

Baca Juga: Kedai Tjap Njonja: Rasa Rumahan Khas Menu Peranakan Melayu Tionghoa di Jogja

Dengan tidak adanya J&T sebagai mitra pengiriman di Shopee, pengguna harus memilih opsi lain seperti Shopee Express, AnterAja, SiCepat, atau layanan logistik lainnya yang masih bekerja sama dengan Shopee, hal ini merupakan alternatif pengiriman bagi pengguna Shopee. Namun, banyak konsumen yang menyayangkan hengkangnya J&T dari layanan pengiriman Shopee.

“Padahal aku paling suka pke J&T kalo pesen di Shopee, soalnya cepet.” Komentar salah satu netizen.

“Yah klo J&T gada agak mager pesen di Shopee walopun ad shopee ekspres.” Imbuh netizen lainnya.

Banyak penjual di Shopee yang sebelumnya mengandalkan J&T sebagai jasa pengiriman utama mereka. Dengan penghentian kerja sama ini, mereka harus menyesuaikan strategi pengiriman dan mungkin menghadapi tantangan dalam biaya serta kecepatan pengiriman.

Meskipun J&T kehilangan salah satu mitra e-commerce terbesar di Indonesia, perusahaan ini masih memiliki banyak klien dari berbagai platform lain. J&T kemungkinan akan mengalihkan fokusnya ke marketplace lain seperti Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop, serta memperluas layanan di luar negeri.

(Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bikin #alasan #kecewa #shopee #JNT