Bukan Sekadar Patuh, BPJS Ketenagakerjaan Pilih Gencar Bangun Kesadaran Masyarakat

Heru Pratomo • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Direktur utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat
Direktur utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat

 

 

BANTUL - Tak hanya kepatuhan, Dirut BPJS ketenagakerjaan Saiful Hidayat lebih ingin membangun kesadaran. Yaitu kesadaran masyarakat terkait manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai programnya.

 

Hal itu disampaikan Saiful dalam media gathering BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, di Candi Tirto Kasongan, Bantul, Jumat (28/8). "Edukasi harus diperkuat dan informasi mengenai perlindungan harus bisa diterima masyarakat dengan cara yang lebih mudah dipahami,” kata Saiful.

 

Tak hanya bagi yang belum terdaftar, peserta yang sudah terdaftar pun perlu diliterasi terkait dengan manfaat yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Kandidat Diseleksi Bertahap, Baznas Kebumen Alokasikan Dana Rp 856 Juta untuk Beasiswa  

 Seperti manfaat layanan jaminan kecelakaan kerja. Perlindungan tak hanya saat berada di lingkungan dan jam kerja. Tapi juga saat berangkat dan pulang kerja.

 

Saiful mencontohkan korban tabrakan kereta api listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek April lalu. Satu gerbong khusus berisi perempuan. Saat itu ada 30 korban merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 26 orang menjalani perawatan dan empat orang lainnya meninggal dunia. 

"Yang menjalani perawatan dapat pengobatan sampai sembuh secara gratis sesuai dengan indikasi medis, selain itu juga ada pergantian gaji," ungkapnya. "Sedang yang meninggal dunia, ahli waris mendapatkan 48 kali gaji."

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Inisiasi Bank Sampah INOVA di Mertoyudan, Ubah Sampah Jadi Pupuk dan Cuan

Menurut dia, manfaat seperti itu perlu disebarluaskan ke peserta maupun masyarakat yang belum menjadi peserta. Salah satu sasarannya adalah pekerja informal.

Data hingga Juli 2026 baru 13,56 juta pekerja informal yang tercatat sebagai peserta dari total potensi sekitar 77,8 juta pekerja. Artinya, tingkat kepesertaan baru mencapai 17,44 persen. "Target berikutnya adalah mendekati 20 persen sampai akhir tahun,” kata Saiful 

 

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Cahyaning Indriasari mengatakan, cakupan universal coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jawa Tengah berada di angka 29,98 persen, sedangkan DIY mencapai 32,10 persen.

Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi Jumat Malam, Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter

 

Padahal potensi pekerja yang cukup besar untuk mendapatkan perlindungan. Di Jawa Tengah, potensi tersebut mencapai sekitar 13,33 juta pekerja, sedangkan di DIY sekitar 1,27 juta pekerja. “Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar pekerja yang belum terlindungi dapat segera masuk dalam ekosistem jaminan sosial,” kata Cahyaning.

 

Selain memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga mengembangkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).

 

Program tersebut ditujukan antara lain bagi penerima manfaat santunan Jaminan Kematian maupun Jaminan Kecelakaan Kerja agar dapat meningkatkan kemampuan ekonomi dan membangun kemandirian.

Editor : Heru Pratomo
Saiful Hidayat DIY Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan jawa tengah