Seni Merayu Tuhan: Ketika Doa Menjadi Tempat Paling Aman untuk Pulang

Seli Sulistiani • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:44 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa

 RADAR JOGJA - Tidak semua kesedihan perlu diceritakan kepada manusia. Ada luka yang hanya mampu diungkapkan saat dahi menyentuh sajadah. Di tengah kebiasaan membagikan segala hal di media sosial, banyak orang justru menemukan ketenangan dengan "curhat" kepada Allah SWT.

Dalam Islam, doa bukan sekadar meminta, tetapi bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ketika seseorang berserah dan berkata, "Ya Allah, aku sudah tidak tahu harus bagaimana," saat itulah ia sedang menunjukkan ketergantungannya kepada Sang Pencipta.

Allah sendiri menjanjikan kedekatan dengan hamba-Nya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 186, Allah berfirman bahwa Dia mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya. Terkadang doa dikabulkan sesuai harapan, ditunda karena waktu yang lebih baik, atau diganti dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Baca Juga: Disebut Bakal Jadi Apparel Resmi, Owner RMB Malah Plesetkan AYDK Jadi AYoDeK, Suporter PSIM Meradang

Para nabi pun mengajarkan hal yang sama. Nabi Ayyub AS berdoa di tengah sakit yang panjang, Nabi Yunus AS memohon ampun dalam gelapnya perut ikan, dan Nabi Zakaria AS tetap berharap meski usia telah senja. Mereka berdoa dengan penuh adab, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah.

Pada akhirnya, seni merayu Tuhan bukan terletak pada indahnya rangkaian kata, melainkan ketulusan hati yang terus mengetuk pintu rahmat-Nya. Mungkin setelah berdoa masalah belum langsung selesai, tetapi hati menjadi lebih tenang karena yakin telah menyerahkan segala beban kepada Allah, Zat yang tidak pernah lelah mendengar doa hamba-Nya.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Merayu ketenangan Tuhan berdoa