Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prof Erma Yulihastin: Fase Kering Mulai Muncul di Selatan Indonesia, Jawa Siap Masuk Kemarau Konsisten Akibat El Niño

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 29 Mei 2026 | 14:51 WIB
Setelah tanggal 25 Mei, gelombang atmosfer sudah tidak aktif, sehingga kemarau yang lebih kering akibat El Niño diprediksi terjadi secara konsisten di wilayah selatan, termasuk Jawa.
Setelah tanggal 25 Mei, gelombang atmosfer sudah tidak aktif, sehingga kemarau yang lebih kering akibat El Niño diprediksi terjadi secara konsisten di wilayah selatan, termasuk Jawa.

Yogyakarta – Pakar klimatologi BRIN Prof. Dr. Erma Yulihastin mengonfirmasi fase kering mulai terlihat di wilayah selatan Indonesia per akhir Mei 2026.

Kondisi ini dipicu oleh tidak aktifnya gelombang atmosfer Kelvin dan MJO sejak 25 Mei, ditambah pengaruh Tropical Storm Domeng di timur Filipina.

Menurut Erma, hujan yang masih kerap mengguyur Jawa selama Mei disebabkan aktivitas gelombang tersebut.

Namun, setelah tanggal 25 Mei, gelombang atmosfer sudah tidak aktif, sehingga kemarau yang lebih kering akibat El Niño diprediksi terjadi secara konsisten di wilayah selatan, termasuk Jawa. 

Baca Juga: Kampanyekan Kendaraan Bebas Emisi, Rangkaian HUT Pemkot Jogja Jogja Bakal Musnahkan 50 Bentor 

"Confirmed: fase kering (biru) di selatan Indonesia mulai tampak dari absennya aktivitas gelombang atmosfer dan efek siklon tropis Domeng di timur Filipina. Sebaliknya, hujan deras masih berpotensi terjadi di Maluku dan Sulawesi," tulis Erma dalam akun X resminya @EYulihastin, Kamis (28/5/2026). 

Peta Kelembapan dan Potensi CuacaPeta kelembapan yang dibagikan Erma menunjukkan penurunan uap air di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa dan sekitarnya.

Sementara itu, potensi hujan lebat masih ada di wilayah timur seperti Maluku dan Sulawesi.

Update ini sejalan dengan prediksi Erma sebelumnya bahwa setelah gelombang atmosfer melemah, musim kemarau El Niño akan lebih konsisten di Jawa dan wilayah selatan.

Baca Juga: Drawing Lengkap Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Ini Lawan Yang Akan Dihadapi Timnas Indonesia di grup H

Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah-DIY, kondisi ini menjadi sinyal awal untuk mempersiapkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Petani disarankan mewaspadai kekurangan air irigasi, sementara masyarakat umum diimbau menghemat air bersih dan menjaga kesehatan di tengah cuaca panas yang semakin terasa.

Prediksi El Niño 2026 yang disebut-sebut lebih kuat (bahkan mendekati "Godzilla" di beberapa proyeksi) membuat pemerintah daerah dan BMKG setempat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan dampak lanjutan seperti penurunan pasokan air dan risiko kebakaran lahan.

Pantau terus update BMKG dan BRIN untuk prakiraan cuaca harian di Jogja.

Baca Juga: Rapor Pemain PSIM Jogja di BRI Super League Musim Ini, Ze Valente dan Ezequiel Vidal Sangat Dominan

Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi agar dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca ini.

Artikel ini dirangkum berdasarkan utas terbaru Prof. Erma Yulihastin di platform X per 28 Mei 2026.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Prof Erma Yulihastin #fase kering #kemarau El Niño #Yogyakarta #jawa