Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Iran Gagal Lancarkan Rudal ke Pangkalan Diego Garcia, Inggris Tingkatkan Kewaspadaan di Timur Tengah

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Maret 2026 | 10:10 WIB

Kementerian Pertahanan Inggris (Ministry of Defence) merilis pembaruan operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Inggris (Ministry of Defence) merilis pembaruan operasi militer di kawasan Timur Tengah.

LONDON , 22 Maret 2026 – Kementerian Pertahanan Inggris (Ministry of Defence) merilis pembaruan operasi militer di kawasan Timur Tengah menyusul upaya peluncuran rudal balistik Iran yang gagal mengenai pangkalan bersama Inggris-AS di Diego Garcia pada 21 Maret 2026.

Dalam pernyataan resmi melalui akun X @DefenceHQ, Inggris menegaskan komitmen untuk melindungi personel dan aset militernya di wilayah tersebut.

Langkah-langkah pertahanan yang ditingkatkan meliputi:

Peningkatan force protection bagi seluruh personel militer Inggris di Timur Tengah.

Patroli udara rutin oleh jet tempur RAF Typhoon dan F-35 di atas wilayah langit Siprus, Yordania, Qatar, dan Bahrain.

Dukungan logistik melalui pesawat angkut A400M untuk membantu relokasi personel misi NATO di Irak ke lokasi lebih aman di Eropa.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Iran dilaporkan meluncurkan dua rudal balistik jarak jauh (diduga intermediate-range atau bahkan mendekati intercontinental) ke arah pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia.

Menurut berbagai sumber internasional, salah satu rudal gagal di udara, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh kapal perang AS.

Tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan dilaporkan.

Peluncuran ini menunjukkan kemampuan rudal Iran yang lebih jauh dari perkiraan sebelumnya, dengan jangkauan yang berpotensi mengancam wilayah Eropa termasuk Inggris daratan.

Kementerian Pertahanan Inggris menyebut aksi tersebut sebagai “serangan sembrono” yang mengancam kepentingan Inggris dan sekutunya, termasuk ancaman terhadap Selat Hormuz.

Reaksi publik di platform X beragam.

Sebagian netizen mengkritik keterlibatan Inggris dalam konflik yang disebut “perang ilegal”, sementara lainnya mempertanyakan kemampuan pertahanan udara Inggris terhadap ancaman rudal balistik jarak jauh.

Ada pula dukungan terhadap langkah perlindungan yang diambil MoD.

Konflik di Timur Tengah terus memanas sejak beberapa pekan terakhir, dengan penggunaan basis militer Inggris oleh AS untuk operasi defensif menjadi salah satu pemicu respons Iran.

Pemerintah Inggris menekankan posisinya berbeda dari AS dan Israel dalam beberapa aspek konflik, namun tetap mempertahankan komitmen terhadap sekutu dan stabilitas kawasan. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#rudal antarbenua #Konflik Timur Tengah #menteri pertahanan inggris #perang iran