Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jurnalis Inggris RT Nyaris Tewas Diserang Rudal Israel di Jembatan Qasmiyeh, Lebanon Selatan

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:48 WIB

Seorang jurnalis asal Inggris yang bekerja untuk Russia Today (RT), Steve Sweeney, bersama kameramannya Ali Rida, mengalami luka akibat serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon.
Seorang jurnalis asal Inggris yang bekerja untuk Russia Today (RT), Steve Sweeney, bersama kameramannya Ali Rida, mengalami luka akibat serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon.

LEBANON, 21 Maret 2026 – Seorang jurnalis asal Inggris yang bekerja untuk Russia Today (RT), Steve Sweeney, bersama kameramannya Ali Rida, mengalami luka akibat serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon.

Kejadian dramatis ini terekam kamera saat Sweeney sedang melaporkan langsung kondisi Jembatan Qasmiyeh, utara kota Tyre, pada Kamis (19/3/2026).

Dalam rekaman video yang viral di platform X (dulunya Twitter), terlihat Sweeney dan timnya sedang melakukan live report tentang dampak serangan Israel terhadap infrastruktur sipil dan jalur pasokan Hezbollah.

Tiba-tiba ledakan kuat terjadi hanya beberapa meter dari posisi mereka.

Sweeney langsung membungkuk dan berlindung, sementara asap dan debu menyelimuti lokasi.

Menurut pernyataan resmi RT dan Sweeney sendiri setelah kejadian, serangan tersebut merupakan upaya disengaja untuk membungkam jurnalis.

Sweeney mengaku mengalami luka akibat serpihan (shrapnel) yang tertancap dalam di lengan kirinya dan harus dioperasi pengangkatan di rumah sakit terdekat.

Kameramannya, Ali Rida, juga mengalami luka serupa namun keduanya dalam kondisi sadar dan stabil.

Insiden ini terjadi sehari setelah Sweeney mengunggah kritik keras di akun X pribadinya terhadap Israel yang menargetkan jurnalis Lebanon, termasuk pembunuhan seorang jurnalis lokal beserta keluarganya.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan perang.

RT melalui Pemimpin Redaksi Margarita Simonyan menyatakan serangan itu menyasar mobil mereka yang jelas bertanda pers saat melintasi jembatan.

CPJ (Committee to Protect Journalists) menyerukan penyelidikan independen atas dugaan penargetan jurnalis.

Mereka menekankan bahwa Sweeney dan tim mengenakan rompi bertuliskan "PRESS" serta peralatan kamera terlihat jelas, sehingga tidak mungkin disalahartikan sebagai target militer.

Sementara itu, pihak militer Israel (IDF) menyatakan serangan ditujukan pada Jembatan Qasmiyeh yang diduga digunakan Hezbollah untuk mengangkut pejuang dan senjata.

IDF mengklaim telah memberikan peringatan sebelumnya dan menegaskan tidak menargetkan warga sipil atau jurnalis, serta beroperasi sesuai hukum internasional.

Kejadian ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi wartawan di zona konflik Israel-Lebanon-Iran yang semakin memanas sejak akhir 2025.

Lebih dari 250 pekerja media dilaporkan tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menurut data CPJ.

Warga Indonesia, khususnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah, diimbau terus mengikuti perkembangan konflik Timur Tengah melalui sumber terpercaya.

Keamanan jurnalis di medan perang tetap menjadi isu global yang mendesak perlindungan internasional lebih kuat. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel #lebanon #risiko #jurnalis #Hisbullah #HIsbullah Lebanon #dibom #pekerjaan