Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

8,2 Juta Pemudik Diprediksi ke Jogjakarta Tahun Ini, Puncak Arus Mudik   Terjadi H-5 Lebaran

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 10 Maret 2026 | 22:07 WIB

 

 

 

DESTINASI: Pengguna jalan melintas di kawasan Kleringan dan Jalan Abu Bakar Ali, Jogja, Selasa (10/3). Sebanyak 8,2 juta orang diprediksi masuk ke DIJ secara bertahap.
DESTINASI: Pengguna jalan melintas di kawasan Kleringan dan Jalan Abu Bakar Ali, Jogja, Selasa (10/3). Sebanyak 8,2 juta orang diprediksi masuk ke DIJ secara bertahap.

JOGJA - Sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi masuk ke DIY pada masa libur Lebaran tahun ini. Kondisi itu berpotensi memunculkan kemacetan sehingga antisipasi mulai dilakukan dengan koordinasi instansi lintas sektor se-DIY.

"Kami tahu berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Provinsi DIY menjadi tujuan dari kegiatan masyarakat pada puncak arus mudik yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang," ujar Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (10/3/2026).

Angka ini menjadi materi pembahasan dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tentang kesiapan pengamanan arus mudik masa angkutan Lebaran. Forum itu untuk memperkuat sinergitas seluruh stakeholder serta pemerintah daerah dalam mengantisipasi mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. 

" Ini pasti (8,2 juta pemudik, Red) akan memunculkan simpul-simpul kerawanan ataupun titik-titik yang dapat menimbulkan isu," bebernya.

Berdasarkan hasil survei, tingginya pemudik dapat berpotensi memunculkan kemacetan, angka kriminal, hingga kecelakaan lalu lintas akibat bencana alam. 8,2 juta pemudik yang diprediksi masuk ke DIY itu diperkirakan tidak datang bersamaan dalam satu lokasi atau rute.

"Berdasarkan jumlah pengguna kendaraan pribadi, penumpang kereta di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, serta informasi perjalanan darat dari berbagai daerah," jelasnya.

Pihaknya akan mengamati secara berkala jumlah kendaraan dari luar daerah, khususnya dari Kalikangkung, Jawa Tengah. Hal itu untuk memprediksi kemacetan yang terjadi serta jarak tempuh kendaraan dari Jakarta.

"Diperkirakan puncak arus masuk terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran," paparnya.

Kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah pusat menjadi salah satu upaya untuk memecah kepadatan lalu lintas. Kemudian dibukanya Tol Purwomartani secara fungsional juga diharapkan mempermudah akses dan memecah kemacetan di DKI Jakarta.

"Pengaktifan dilakukan setelah melihat perkembangan kedatangan masyarakat yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang. Tol itu nantinya akan digunakan satu arah untuk keluar dari DIY," jelasnya.

Baca Juga: Warga Bisa Lapor ke Sini! ASN Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi Termasuk Mudik, Ini Aturannya

Titik lokasi yang diprediksi menjadi simpul transportasi saat Lebaran, di antaranya, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Bandara Adisutjipto, termasuk Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Ada 25 pos pengamanan yang disiapkan di seluruh wilayah DIY, baik di Kota maupun kabupaten.

"Pada titik-titik tertentu jumlahnya akan bertambah banyak. Dari Dinas Kesehatan juga disiapkan posko 24 jam terkait kesiapsiagaan layanan kesehatan. Walaupun ada hari libur panjang, dipastikan tetap ada rumah sakit dan puskesmas yang buka 24 jam," jelasnya.

Kemudian dari Kementerian Agama (Kemenag) juga menyiapkan masjid yang difungsikan sebagai rest area bagi pemudik. Selain itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga dilibatkan untuk membantu pemetaan daerah rawan bencana hingga perkembangan cuaca.

"Kami siap melaksanakan pengamanan hari libur Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Progo 2026 yang akan dilaksanakan mulai 13 hingga 25 Maret secara serentak," tegasnya.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan,  informasi yang ia dapat sebanyak 50 persen penduduk Indonesia diprediksi melakukan perjalanan saat momentum mudik 2026. Perhitungan kasar biasanya dilakukan dengan mengalikan rata-rata jumlah penumpang dalam satu kendaraan. "Mobilisasi pemudik ke wilayah Jawa itu nomor satu, termasuk Jogjakarta," ucapnya. (oso/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#stasiun tugu #Lempuyangan #Puncak Arus Mudik #Work From Anywhere #libur lebaran #yogyakarta internasional airport #mudik lebaran