Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Temukan 33 Kasus Campak di Kabupaten Sleman, Dinkes Sebut Didominasi karena Anak Tak Diberi Imunisasi

Delima Purnamasari • Senin, 9 Maret 2026 | 20:42 WIB

 

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati.

SLEMAN - Jumlah suspek campak tahun 2025 ada 490 kasus, dengan hasil pemeriksaan laboratorium 40 positif campak dan 25 positif rubella. Kasus positif campak paling tinggi ada di Kapanewon Depok dan Kapanewon Kalasan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, untuk 2026 sampai Februari lalu terdapat 148 suspek campak. Dengan hasil laboratorium 33 positif campak dan empat rubella.

Tidak ada kasus kematian yang disebabkan penyakit ini. Dia menegaskan, campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). "Penyakit campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi MR sesuai jadwal program pemerintah," katanya dihubungi, Senin (9/3).

Yuli menjelaskan, imunisasi MR diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan anak kelas 1 SD. Cakupan imunisasi di Bumi Sembada sendiri sudah tercapai di atas 95 persen. Hal ini dilakukan oleh faskes pemerintah maupun non pemerintah.

Mengingat pentingnya imunisasi itu, orang tua diimbau agar melihat kembali kartu menuju sehatnya. Jika imunisasi anaknya belum lengkap, diimbau segera menghubungi faskes terdekat untuk dilakukan imunisasi.

"Kasus positif campak yang terjadi di Kabupaten Sleman didominasi karena anak tidak mendapatkan imunisasi," tambah Yuli. Dinas kesehatan turut melaksanakan program kejar imunisasi sebagai upaya pengendalian.

Yuli menuturkan, ini adalah upaya membentengi terjadinya kasus campak dengan penularan dari luar daerah. Apalagi bagi wilayah yang cakupan imunisasinya masih rendah dan ditengarai kasusnya meningkat. Program ini menyasar anak yang belum lengkap imunisasinya, terlebih menjelang hari libur Idul Fitri.

"Momen Idul Fitri yang memungkinkan warga Sleman berkontak dengan masyarakat luar daerah karena mudik Lebaran yang tidak bisa dihindari," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Depok III Erna Sofiana menjelaskan, sudah ada empat orang positif campak yang ditangani sejak Januari lalu. Terdiri atas tiga balita dan satu dewasa.

Para pasien ini ada yang habis dari perjalanan hingga pulang dari perantauan. "Dari empat orang itu, yang benar-benar tinggal di sini satu orang," katanya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#imunisasi campak #rubella #campak #dinkes sleman