Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SPPG di Bantul Telah Cantumkan Harga dan Nilai Gizi di Setiap Menu MBG, Ada yang Mengira Harganya Masih Rp 15 Ribu

Cintia Yuliani • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:06 WIB

Sebanyak 101 SPPG di Bantul mulai Senin (2/3) telah mencantumkan harga masing-masing menu dan nilai gizinya pada menu yang dibagikan kepada ratusan penerima manfaat MBG di Bantul.
Sebanyak 101 SPPG di Bantul mulai Senin (2/3) telah mencantumkan harga masing-masing menu dan nilai gizinya pada menu yang dibagikan kepada ratusan penerima manfaat MBG di Bantul.

BANTUL - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul telah menerapkan arahan Gubernur Hamengku Buwono X untuk mencantumkan harga dan nilai gizi pada setiap menu MBG yang dibagikan kepada siswa.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, kebijakan itu merupakan bagian dari evaluasi. Terutama menyikapi banyaknya aduan yang muncul selama bulan puasa.


“Komplain macam-macam dari harganya tidak sesuai, anggarannya dan sebagainya banyak menjadi pertanyaan dari masyarakat, terutama wali siswa,” jelasnya saat ditemui di DPRD Bantul, Selasa (3/3).


Oleh karena itu, kata dia, gubernur mendorong adanya transparansi agar tidak terjadi miskomunikasi antara SPPG, masyarakat, siswa, wali murid, dan pihak sekolah.


Dengan adanya keterangan harga dan nilai gizi pada menu, penerima manfaat dapat mengetahui besaran anggaran yang digunakan dan dibelanjakan setiap hari.


Ia mengatakan, sebanyak 101 SPPG di Bantul mulai Senin (2/3) telah mencantumkan harga masing-masing menu dan nilai gizinya pada menu yang dibagikan kepada ratusan penerima manfaat MBG di Bantul.


"Setiap menu harganya Rp 10 ribu. Kan kita tuh baru ngeh harganya Rp 10 ribu. Ada yang mengira harganya Rp 15 ribu,” tuturnya.


Setelah Lebaran, pihaknya belum mengetahui apakah anggaran per porsi tetap Rp 10 ribu atau mengalami penyesuaian. Namun yang jelas, penerapan label harga dan nilai gizi pada setiap menu tidak hanya diberlakukan saat bulan puasa, tetapi akan tetap diterapkan setelahnya.


"Sebenarnya lebih ke edukasi ya. Edukasi ke penerima, ke pemberi, termasuk masyarakat,” tuturnya.


Menurutnya, fungsi pencantuman harga pada setiap menu juga agar masyarakat bisa memperkirakan apakah harga itu sesuai dengan harga pasaran atau tidak. Jika ditemukan ketidaksesuaian, hal itu dapat dikomunikasikan kepada pihak berwenang.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Kretek Setyo Mawarto mengatakan, di sekolahnya sudah diterapkan pencantuman harga dan nilai gizi pada setiap menu MBG yang dibagikan kepada siswa. “Dengan adanya pencantuman harga dan nilai gizi bisa lebih transparan mengenai harga dan nilai gizinya,” tuturnya. (cin/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#evaluasi #Mbg #kandungan gizi #edukasi #Bantul #harga #SPPG