Dari empat titik yang terpasang, hanya EWS di Pantai Sepanjang yang dinyatakan berfungsi baik. Tiga lainnya membutuhkan perbaikan.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul Nanang Irawanto mengatakan, EWS tsunami dipasang pada 2023 di empat lokasi, yakni Pantai Sepanjang dan Krakal di Kapanewon Tanjungsari serta Pantai Drini dan Pulangsawal (Indrayanti) di Kapanewon Tepus.
“Dari hasil pengecekan terakhir, hanya EWS di Pantai Sepanjang yang kondisinya bagus. Tiga lainnya perlu pemeliharaan,” ujarnya kepada wartawan, (3/3/2026).
Ia menjelaskan, permasalahan utama terdapat pada koneksi internet CCTV yang mati serta suara sirine pengeras yang dinilai kurang keras.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas sistem peringatan dini saat terjadi bencana. Merespon hal tersebut, kini BPBD Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 160 juta pada tahun ini untuk pemeliharaan.
Namun, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk perbaikan EWS, melainkan juga untuk biaya operasional.
“Segera kami perbaiki sesuai pagu anggaran yang tersedia. Tapi dana itu juga untuk operasional, jadi kami sesuaikan prioritasnya,” jelas Nanang.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini menilai penguatan mitigasi kebencanaan di Bumi Handayani harus menjadi prioritas.
Keberadaan EWS, kata dia, sangat vital sebagai sarana deteksi dini, baik untuk ancaman tsunami maupun bencana lain seperti longsor.
“Kami akan membuat rekomendasi kepada bupati agar mitigasi kebencanaan terus diperkuat. Tidak hanya memperluas jaringan kalurahan tangguh bencana, tapi juga menambah fasilitas deteksi dini,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar mengalokasikan anggaran lebih besar untuk program mitigasi, baik dalam APBD murni maupun perubahan.
“Musibah kemarin harus jadi pelajaran. Jangan sampai bertindak setelah ada kejadian besar. Penguatan mitigasi harus dimulai sekarang,” tandasnya.
Gunungkidul yang memiliki garis pantai panjang di pesisir selatan Jogjakarta, kata Endang, masih perlu penguatan infrastruktur mitigasi dan penanganan bencana.
Keandalan EWS menjadi salah satu faktor krusial dalam meminimalkan risiko dan korban saat terjadi bencana alam.
Pihaknya telah memastikan bawah BPBD Gunungkidul rutin melakukan uji coba EWS setiap tanggal 26 setiap bulan dengan membunyikan sirine. (bas)
Editor : Bahana.