KULON PROGO - Hujan yang mengguyur DIY Jumat (27/2) malam menimbulkan bencana tanah longsor di sejumlah kapanewon di Kabupaten Kulonprogo. Ada beberapa titik longsor terjadi di Bumi Binangun itu, seperti di Kapanewon Kokap.
Kapolsek Kokap AKP Marjoko menjelaskan, ada tiga titik longsor yang terjadi pada Jumat (27/2) sore lalu. Sejumlah warga juga terdampak dari insiden ini.
Tiga titik longsor di wilayah Kokap menyasar dua rumah dan satu akses jalan. Menurutnya, dampak paling parah tanah longsor terkena satu rumah warga di Padukuhan Anjir, Kokap. "Rumahnya mengalami kerusakan, tembok jebol dihantam material longsor," jelasnya, Sabtu (28/2).
Selain di Padukuhan Ajir, lanjut Marjoko, insiden tanah longsor juga terjadi di Padukuhan Teganing, Kokap. Di wilayah ini tanah longsor menghantam rumah warga, namun dampaknya tidak separah seperti di Padukuhan Anjir.
Sementara satu titik tanah longsor sempat memutus akses jalan. "Di Jalan Tegalsari-Klepu kilometer 43 kondisi sekarang, bersama masyarakat sekitar sudah kerja bakti agar bisa dilalui kendaraan," lontarnya.
Meski begitu, menurut Marjoko, ruas jalan tersebut hanya bisa dilalui satu lajur untuk sementara waktu. Sehingga untuk saat ini dilakukan buka tutup jalan.
"Semoga tidak ada hujan intensitas tinggi lagi agar tidak ada longsor susulan. Kalau hujan lagi bisa terjadi longsor lagi," tandasnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryanta menjelaskan, untuk saat ini hanya Kabupaten Kulon Progo yang menjadi wilayah paling terdampak cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
"Memang saat ini yang paling menonjol di Kulon Progo. Tapi kami masih menunggu laporan dari sana apa saja dampaknya," tandasnya. (ayu/laz)
`
Editor : Sevtia Eka Novarita