Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Celine Vallette, Mahasiswa ISI Jogja asal Turki Terkesan dengan Momentum Kebersamaan Sahur Bersama di Kampus

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 24 Februari 2026 | 20:42 WIB

RUNTUHKAN SEKAT: Celine Vallette, mahasiswa ISI Jogjakarta asal Turki mengaku terkesan dengan momentum kebersamaan sahur bersama di kampusnya.
RUNTUHKAN SEKAT: Celine Vallette, mahasiswa ISI Jogjakarta asal Turki mengaku terkesan dengan momentum kebersamaan sahur bersama di kampusnya.

JOGJA - Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat muslim di dunia. Ada banyak tradisi dan kegiatan yang khas dan dirindukan. Salah satu yang sangat menikmati momentum di bulan suci ini adalah Celine Vallette, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta asal Turki.

 

Bagi Celine, menjalani Ramadan di negeri orang bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Tapi, mahasiswi Jurusan Seni Murni ini telah menemukan makna yang mendalam dari sebuah kebersamaan di lingkungan kampusnya.


Satu momen yang paling melekat di hatinya adalah saat mahasiswi yang sedang duduk di semester enam ini mengikuti sahur bersama di kampus ISI Jogja. Di tengah kesunyian dini hari, ia merasakan atmosfer yang berbeda.


Jika buka puasa biasanya sudah direncanakan dengan teman dekat, momen sahur di kampus justru menjadi ajang silaturahmi yang tak terduga.


"Yang menarik, mahasiswa dari berbagai jurusan berkumpul di satu titik. Saya bisa makan dengan teman-teman dari jurusan lain yang biasanya jarang bertemu karena beda kantin," jelasnya, Jumat (20/2).


Oleh karena itu, bagi Celine, Ramadan di Jogjakarta adalah tentang meruntuhkan sekat. Baik itu sekat jurusan di kampus, maupun sekat perbedaan keyakinan di meja makan. Semuanya melebur dalam doa dan tawa yang sama.


"Saya juga pernah di masjid ISI, ada bakso. Waktu itu enak banget, enak sekali," cetusnya. Celine yang sudah dua setengah tahun menetap di Kota Pelajar ini mengaku sudah akrab dengan atmosfer bulan suci di Jogja.


Baginya, Ramadan 2026 ini tetap membawa energi yang sama hangatnya dengan tahun-tahun sebelumnya. "Pengalaman buka puasa sudah bermacam-macam konteksnya. Untuk tahun ini, saya lebih banyak buka bersama teman-teman di rumah, masak bareng, dan happy-happy saja," lontarnya.


Meski begitu, ia sendiri menyatakan jika urusan menu bukanlah kendala. Menurutnya hal-hal yang paling ia sukai saat menjalani puasa di Jogjakarta adalah momentum kebersamaan bersama teman-teman.


"Tidak penting agamanya apa, mau Buddhis, Kristen, Katolik, atau muslim, kami makan bareng. Yang penting itu community-nya, kebersamaannya," tandasnya. (laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mahasiswa #ramadan #buber