RADAR JOGJA – Ramai dibahas netizen Bali, prediksi hujan deras dan angin kencang di Sasih Kaulu ternyata cocok dengan realitas cuaca Januari 2026. Benarkah pengetahuan leluhur lebih canggih daripada prakiraan BMKG?
Media sosial kembali ramai dengan perbincangan soal Kalender Bali atau Sasih Kaulu yang disebut-sebut lebih jitu memprediksi cuaca ekstrem akhir Januari 2026 dibandingkan peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebuah unggahan dari akun Instagram ORASI Media (@mediaorasi) yang menyoroti potongan gambar kalender Bali menjadi pemicu viral. Dalam captionnya, ORASI Media menulis:
"Lagi rame nih bahasan soal Kalender Bali (Sasih Kaulu) yang dibilang lebih canggih dari prediksi BMKG soal cuaca ekstrem akhir Januari 2026 ini. Bener nggak sih?"
Menurut tradisi Hindu Bali, Sasih Kaulu (bulan ke-10 dalam kalender Bali) jatuh sekitar periode akhir Januari hingga awal Februari. Fase ini dikenal sebagai masa transisi dengan karakteristik alam yang intens, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan perubahan cuaca ekstrem. Banyak warga Bali mengaku sejak kecil sudah sering mendengar peringatan leluhur: "Sasih Kaulu pasti hujan deras, gak pernah skip."
Fakta di lapangan menunjukkan kesesuaian yang mengejutkan.
BMKG Bali sendiri telah mengeluarkan peringatan waspada cuaca ekstrem untuk periode 21–27 Januari 2026, dengan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Bali, Jawa, NTB, dan sekitarnya. Prospek cuaca mingguan BMKG juga menyebut adanya bibit siklon tropis, penguatan Monsun Asia, serta konvergensi angin yang memicu curah hujan tinggi hingga ekstrem di wilayah selatan Indonesia, termasuk Bali.
Beberapa komentar netizen di unggahan ORASI Media:
"Dri dulu udah dikasi tau sama ortu, kalo sasi kaulu sudah pasti hujan deras. Selalu setiap tahun, gak pernah skip."
"Kalender Bali yang dibuat ratusan tahun lalu sudah PREDIKSI angin kencang & hujan lebat bakal terjadi 19-31 Januari 2026. BMKG baru kasih warning seminggu lalu."
Meski demikian, BMKG menggunakan data ilmiah modern seperti satelit, radar, dan model dinamika atmosfer untuk prakiraan. Sementara Kalender Bali lebih bersifat tradisional-empiris, diwariskan turun-temurun berdasarkan pengamatan pola musiman selama berabad-abad.
Apa itu Sasih Kaulu?
Sasih Kaulu merupakan salah satu bulan dalam Saka Calendar (kalender Bali) yang menandakan fase penting menjelang pergantian tahun baru Saka. Periode ini sering dikaitkan dengan cuaca tidak menentu sebagai bagian dari siklus alam dan persiapan ritual keagamaan.
Meski belum ada penelitian ilmiah yang secara resmi membandingkan akurasi Kalender Bali vs BMKG, fenomena viral ini menunjukkan kekayaan pengetahuan lokal Bali yang masih relevan hingga 2026. Bagi masyarakat Bali dan sekitarnya, kombinasi antara kearifan leluhur dan peringatan resmi BMKG bisa menjadi panduan terbaik menghadapi cuaca ekstrem. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin