JOGJA- Badan Gizi Nasional (BGN) DIJ menghentikan operasional SPPG Kaliagung, Kulon Progo. Hal tersebut karena ditemukan adanya kejadian beberapa siswa yang keracunan MBG.
Koordinator Regional DIJ Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan bahwa BGN menyatakan sikap tegas atas indikasi kejadian menonjol yang terjadi di wilayah Sentolo, Kulon Progo pada Selasa (20/1).
Indikasi kejadian menonjol itu adalah adanya dugaan keracunan siswa akibat menu MBG.
"Berdasarkan informasi awal, indikasi kejadian tersebut menunjukkan gejala ringan hingga sedang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (21/1).
Data sementara, tercatat 12 orang menjalani perawatan inap dan 90 bergejala ringan. Pihaknya terus memantau perkembangan secara intensif melalui koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan pihak terkait.
"Kami menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut," bebernya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BGN Pusat, sementara operasional SPPG Kaliagung diberhentikan sementara m sebagai bentuk tanggung jawab. Selain itu, langkah tersebut merupakan upaya preventif memastikan keamanan serta keselamatan penerima manfaat.
BGN, kata dia, berkomitmen penuh untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di SPPG Kaliagung.
“Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. SPPG pasti akan dievaluasi secara serius sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku,” tegasnya.
Evaluasi yang akan dilakukan mencakup seluruh aspek pelaksanaan mulai dari penerapan standard operasional prosedur (SOP), pengelolaan pangan hingga sistem pengawasan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sebelum operasional SPPG dapat kembali dijalankan.
"Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG," jelasnya. (oso)
Editor : Heru Pratomo