JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mulai mempersiapkan rancangan kontruksi Jembatan Kewek baru. Salah satunya kedalaman pondasi penopang jembatan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, berdasar hasil uji tanah pada sisi barat sungai kedalaman tanah keras mencapai 20 meter. Sehingga pondasi jembatan bakal ditanam dengan kedalaman itu.
Menurutnya, data tersebut juga akan diperkuat dengan hasil kontruksi di Jembatan Segoro Amarto. Jembatan di sisi utara Jembatan Kewek itu juga dibangun dengan pondasi 20 meter.
Sementara untuk uji tanah di sisi timur sungai, Nilam menyebut prosesnya masih berjalan. Karena pelaksanaannya baru selesai kemarin. Sehingga saat ini tengah menunggu hasil.
"Hasil uji tanah kali ini lebih untuk memperkuat hasil uji tanah yang sebelumnya,” ujar Nilam saat dikonfirmasi lewat singkat Selasa (20/1).
Dia menyatakan, Jembatan Kewek nantinya dibangun ulang dengan struktur rangka beton precast. Kontruksi itu dipilih untuk mempertahankan struktur jembatan agar sama dengan sebelumnya.
Nilam menyebut, proyek pembangunan ulang Jembatan Kewek kemungkinan akan dimulai pada bulan keempat. Saat ini, detail engineering design (DED) telah mencapai 80 persen. Sementara untuk dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dan analisis dampak lalu lintas (Andalalin) masih berproses. "Harapannya April bisa eksekusi (pengerjaan fisik jembatan),” katanya.
Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PU DIJ Andi Nugroho Jati mengungkapkan, ada perubahan dari segi dimensi konstruksi jembatan. Misal, dari panjang jembatan yang semula 17 meter akan diperpanjang menjadi 30 meter.
Kemudian untuk lebarnya akan dibuat menjadi 12,5 meter dari ukuran semula yang hanya 9,5 meter. Sementara desain jembatan bakal dipertahankan seperti fasad aslinya. “Perubahan dimensi jembatan supaya lebih memaksimalkan fungsi-fungsi itu,” jelas Andi. (inu/laz)