Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pergerakan Orang di Jogjakarta Terus Meningkat tapi Okupansi Hotel Masih Lesu

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 27 Desember 2025 | 04:55 WIB
Jumlah okupansi hotel di Jogjakarta realitanya masih tergolong rendah.
Jumlah okupansi hotel di Jogjakarta realitanya masih tergolong rendah.

JOGJA - Jumlah pergerakan orang di DIY terus mengalami peningkatan selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Namun, jumlah okupansi hotel di Jogjakarta realitanya masih tergolong rendah.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, data okupansi hotel di DIJ rata-rata baru menyentuh 40-60 persen per 22-25 Desember. Namun untuk wilayah Kota Jogja, terutama sekitar Malioboro sudah menyentuh 80 persen.


"Wisatawan paling banyak dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Mayoritas rombongan keluarga," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (26/12).


Menurutnya, belum banyaknya jumlah okupansi itu dipengaruhi oleh wisatawan yang cenderung memilih menginap di penginapan ilegal. Misal, home stay, kos harian, apartemen, villa yang semuanya tidak membayar pajak. "Harganya memang lebih murah di sana, tapi kan ilegal. Tersedot 40-50 persen ke sana," bebernya.


Masalah ini bertahun-tahun telah terjadi. Tahun ini, lanjutnya, tambah lebih marak dengan jumlah kos harian yang semakin menjamur. "Kami sudah menghadap wali kota, bupati bahkan gubernur untuk menyampaikan permasalahan ini," ucapnya.


Koordinasi dan tindakan dari pemerintah setempat dinilai perlu dilakukan. Sebab, adanya penginapan ilegal berpotensi merugikan daerah. Mereka tidak membayar pajak atas hunian kepada pemerintah daerah. "Pendapatan asli daerah (PAD)-nya kan berpotensi hilang," tandasnya.


Menurutnya, perizinan dan pembayaran pajak setiap hunian harus diurus. Itu dinilai sebagai bentuk keadilan dan tidak membeda-bedakan.


Dari data pergerakan orang hasil dari pantauan CCTV Smart Provincy DIY pada Kamis (25/12), di kawasan Malioboro tercatat 221.761 orang, Stasiun Jogjakarta 26.230, Stasiun Lempuyangan 14.870, Terminal Giwangan 2.400, pintu keberangkatan Bandara YIA 1.716 dan kedatangan sebanyak 7.680.


Kemudian data realtime pada pukul 15.00 pada Jumat (26/12) terdapat 132.579 pergerakan orang di Malioboro, 18,045 di Stasiun Tugu Jogja, 7,610 di Stasiun Lempuyangan, 1.105 di Terminal Giwangan, 1.321 di pintu keberangkatan YIA dan 4.985 di pintu kedatangan. (oso/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tahun baru 2026 #okupansi hotel #phri #Natal 2025