Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peci Batik Jogokariyan Tembus Pasar Internasional, Kuncir Jadi Ciri Khasnya, Tak Lepas dari Peran Almarhum Ustaz Jazir ASP

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 23 Desember 2025 | 04:19 WIB
CIRI KHAS: Pemilik usaha Peci Batik Jogokariyan, Jardiyanto saat menunjukkan peci batik di rumah usahanya, Senin (22/12).
CIRI KHAS: Pemilik usaha Peci Batik Jogokariyan, Jardiyanto saat menunjukkan peci batik di rumah usahanya, Senin (22/12).

JOGJA - Kampung Jogokariyan tidak hanya identik dengan masjidnya. Namun peci batik yang khas dengan kuncirnya, juga menjadi ikon wilayah itu. Bahkan kini sudah menembus pasar internasional.

Pemilik usaha Peci Batik Jogokariyan Jardiyanto mengatakan, peci batik Jogokariyan bermula sebuah dari ide kreatif untuk menciptakan identitas khas bagi Masjid Jogokariyan. Salah satu ciri khas yang membedakan peci ini adalah keberadaan kuncir di bagian belakang. Serta pemilihan motif batik.


Jardiyanto menyampaikan, ada makna mendalam dari bentuk dan motif batik yang diusung. Bentuk peci bertumpuk melambangkan perjalanan hidup manusia yang baik dan buruk. Sementara kuncir di bagian punggung, merupakan lambang bahwa hidup manusia akan ada ujungnya.


"Filosofi bentuk peci melambangkan naik turunnya keimanan dan perbuatan manusia, namun pada akhirnya akan kembali kepada Sang Khalik seperti ujung kuncir,” ujarnya saat ditemui di rumah usaha Peci Batik Jogokariyan yang beralamat di Jalan Suripto, Mantrijeron, Kota Jogja, Senin (22/12).


Ia menyampaikan, usaha miliknya merupakan salah satu pelopor peci batik Jogokariyan. Berdiri pada tahun 2015 dan terus berkembang merambah pasar global sampai saat ini.


Namun siapa sangka, usaha peci batik Jogokariyan dulu berawal dari pemanfaatan limbah kain perca. Potongan sisa kain batik yang tidak bisa dibuat pakaian dimanfaatkan sebagai penutup kepala bagi umat muslim tersebut.


Inovasi bentuk dan motif yang pada saat itu unik, membuat pasar menyambut bagus peci batik Jogokariyan. Bahkan diminati oleh konsumen dari berbagai belahan dunia seperti Malaysia, Tiongkok, Belanda, Inggris, dan Arab Saudi.


Jardiyanto mengungkap peci batik Jogokariyan kini juga berkembang dengan ratusan motif. Namun motif yang menjadi ciri khas Jogokariyan ada tiga. Yakni motif poleng, parangkusumo, dan pagersari.


"Motif-motif ini terinspirasi dari kain batik di Beringharjo. Namun khusus poleng ada filosofi perpaduan hitam dan putih yang melambangkan kebaikan serta keburukan agar pemakainya senantiasa di jalan yang baik,” jelasnya.


Naiknya pamor peci batik Jogokariyan tidak lepas dari sosok almarhum Ustaz Jazir ASP. Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan itu yang mendorong agar peci batik menjadi ciri khas kampung. Sekaligus menjadi orang yang selalu mengenakan peci batik dalam berbagai kesempatan.


Kiprah Ustaz Jazir, diakuinya membuat branding peci batik Jogokariyan semakin bagus. Sebab semakin dikenal oleh masyarakat luas hingga mancanegara.


"Orderan pertama pun datang dari masjid dan Ustaz Jazir sendiri yang senantiasa mengenakannya di setiap kesempatan. Mulai dari pengajian hingga podcast,” beber Jardiyanto. (inu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ustaz #beringharjo #Batik #Motif #branding #Kuncir #pasar global #masjid #usaha #songkok #peci #Jogjakarta #Jogokariyan